Title : Sacrifice Of Love
HwaHwaAuthor : Sheren Indah GrataGenre
: Romance
Rating : PG+13
Length
: Twoshoot [2 OF 2]
Cast : -Cho Soohyun
-Park Jung Soo a.k.a Leeteuk
-Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
-Park In Young
Notes : Annyeongg para readers
sekalian *eh* author abal-abal ini kembali datang membawa FF yang
lagi-lagi juga tidak ada feelnya .___. Nih FF pas banget loh jadinya
malem takbiran, moga bawa berkah deh *eh* Maaf kalo liat typo
bertebaran, edit nya masih kurang banget u,u Maaf kalo masih banyak
yang kurang di FF ini, butuh kritikan pedas ^^ Lee Sungmin Is MINE ! XP
NO COPAS ! *MOHON HARGAI AUTHOR!* Semoga sukaaa J happy reading :D
Recommended
Songs : Super Junior – Bittersweet
TVXQ – Don’t Say Goodbye
4men – I Couldn’t
-Preview-
“Apa kau ingin
terus menghindar ?! Jika kau melakukan itu, apa kau berfikir bahwa
masalahnya akan selesai ?!” teriak Soohyun keras lalu berhenti berlari,
nafasnya tersengal-sengal. Ia jongkok ditengah jalan itu, tidak peduli
dia berada dimana, yang ia pikir hanya satu, menghirup oksigen
sebanyak-banyaknya. Tidak menyadari sebuah truk besar siap-siap
menghantamnya dari samping.
Jung Soo
berhenti berlari dan berbalik mendengar teriakan Soohyun yang terakhir.
Ia sedikit tekejut pada Soohyun yang berani berbicara seperti itu
kepadanya. Jujur, Jung Soo sedikit tersinggung. Perkataan itu membuat
Jung Soo merasa bahwa ia lelaki pecundang.
Truk
besar itu melaju cepat. Jung Soo terpaku melihat Soohyun yang masih
jongkok di tengah jalan dengan truk yang melaju cepat di jalan itu.
Decitan rem terdengar jelas. Roda yang dipaksa untuk berhenti. Debu-debu
jalanan bertebaran di sekitar truk besar itu. Jung Soo terdiam,
otaknya lambat bekerja. Hingga ia kembali tersadar, bahwa Soohyun masih
disana, nyawanya terancam.
“SOOHYUN
!!”
-Story Begin-
Author’s POV
“SOOHYUN
!!” Teriak Jung Soo . Darahnya seolah berhenti melihat Soohyun yang
sudah siap ditabrak truk. Semua orang menoleh mendengar teriakan keras
itu. Pandangan terkejut nampak dari semua wajah yang ada. Panik melihat
truk besar yang rodanya berdecit. Kaki Jung Soo bergerak cepat berlari
kearah Soohyun. Bukan otak yang menyuruhnya, tetapi hatinya yang
menyuruhnya berlari. Jika menunggu otak yang bekerja, mungkin Soohyun
benar-benar sudah tertabrak truk besar itu.
DUAK ! BRUK ! “ARRGGHH
!”
Roda truk itu akhirnya benar-benar berhenti. Bunyi decitan
rem sudah tidak terdengar lagi. Yang ada hanya erangan kesakitan dari
mulut Jung Soo. Tangan kanannya memeluk tangan kirinya dalam dalam,
berusaha mengurangi rasa sakit dengan Soohyun yang masih berada dalam
dekapannya. Soohyun membuka mata perlahan. Kaki, tangan serta pipinya
terasa sedikit perih. Namun hal itu tidak dipedulikannya lagi melihat
Jung Soo yang terus mengerang kesakitan. Soohyun terbangun panik dan
melihat ke arah tangan kiri Jung Soo yang terus dipeluk Jung Soo.
Soohyun yakin, ada yang salah dengan tangan kiri Jung Soo.
Beberapa
menit setelah kecelakaan itu ambulance datang, seorang mahasiswa
langsung memanggil ambulance begitu melihat kecelakaan itu. “Jung Soo !
Jung Soo !” teriak Soohyun yang mulai terisak sambil terus mendorong
kasur beroda tempat Jung Soo berbaring. Soohyun memakai tas punggung
Jung Soo dan terus menyentuh telapak tangan kanan Jung Soo, menyuruhnya
untuk terus bertahan.
Pintu UGD tertutup. Soohyun menyender pada
tembok dan jatuh merosot ke lantai rumah sakit yang dingin. Air
matanya tetap tidak berhenti mengalir. Terus jatuh dan semakin lama
semakin deras. Kedua kakinya ditekuk dan ia menenggelamkan wajahnya
disana sambil terus memeluk erat tas punggung milik Jung Soo.
Punggung
tangan Soohyun menghapus butiran krystal bening itu dari wajahnya.
Rasa ingin tahunya besar melihat tas Jung Soo. Setiap hari selalu
terlihat penuh akan barang yang tidak tahu isinya apa. Soohyun
membukanya. Benda pertama yang dilihatnya adalah buku-buku kuliahnya.
Dikeluarkan buku-buku itu, kemudian terlihatlah jelas syal berwarna
pink, warna kesukaan Soohyun.
“Jung Soo-ah. Kau membelikanku syal
ini ? Aku boleh yakin ini untukku bukan ? Kau tidak terlalu suka warna
pink dan noona mu juga tidak begitu menyukainya, eommamu ? Ia tidak
begitu suka syal. Aku boleh yakin kan kalau ini syal untukku ?” ujar
Soohyun pelan.
TAP TAP TAP
Bunyi langkah kaki terdengar
jelas di lorong rumah sakit. Soohyun bisa mengira siapa yang akan
datang. Ia kembali memasukkan barang-barang Jung Soo kembali ke dalam
tasnya, termasuk syal itu. Tepat setelah Soohyun menutup resleting tas
Jung Soo, In Young datang dengan wajah marah.
PLAK !
Tamparan
keras mendarat di pipi kiri Soohyun. Soohyun hanya diam. Tidak ada
respon, ataupun membalas tatapan In Young. Terus diam dan menunduk. Ia
pasrah menerima segala perlakuan yang In Young lakukan padanya.
“Hei
! Tatap aku !” teriak In Young dan kedua tangannya memaksa wajah
Soohyun membalas tatapan mata In Young. “Apa yang kau lakukan pada
adikku hah ?! Tidak puas melihat adikku sakit hati ! Setiap hari kau
selalu membuatnya menderita !”
Air mata yang sedari tadi ditahan
Soohyun sudah lepas. Air matanya mengalir begitu saja. Tanpa ada
ekspresi wajah sedih, hanya air mata yang terus jatuh dari pelupuk
matanya. Tangan In Young yang masih berada di wajah Soohyun merasakan
air mata itu. In Young semakin geram melihatnya.
“Menangis ?
Sekarang kau menangis ? Apa dengan menangis semuanya akan baik-baik saja
? Apa dengan menangis maka Jung Soo akan baik-baik saja ? Hah ?! Jawab
aku !” teriak In Young kembali. Beberapa suster mendengar pertengkaran
mereka dan berusaha menarik tangan In Young dari wajah Soohyun. “Semua
orang pun tahu kalau Jung Soo sudah menyukaimu sejak kalian bertemu!
Semuanya tahu, kecuali kau ! Hanya kau yang tidak tahu apa-apa dan terus
menganggap Jung Soo sahabatmu ! Bahkan kau berpacaran dengan pacarmu
itu tanpa ada rasa bersalah sedikipun ! Tidak puaskah kau selalu membuat
Jung Soo menderita karenamu ?!” Air mata terus jatuh dan jatuh dari
kedua insan tesebut, tidak hanya Soohyun, In Young pun ikut menangis,
meronta-ronta pada suster yang menarik tangannya dan tubuhnya menjauh
dari Soohyun.
“Ka (pergi) ! Ka ! Mulai sekarang, jangan dekati
Jung Soo lagi !” In Young menghempasakan tangan suster yang sedari tadi
menahannya kuat, ia berjalan ke arah bangku depan ruang UGD dan duduk
disana, mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi orang lain. Soohyun
bangkit berdiri sekuat tenaganya, tenaganya hilang begitu saja dan
tubuhnya lemas.
Soohyun berjalan pelan. Sebelah tangannya meraba
tembok, menahan berat badannya. Tas punggung Jung Soo ia bawa. Selangkah
demi selangkah ia meninggalkan rumah sakit ini, sembari terus berharap
bahwa ini hanya mimpi.
***
“Soohyun-ah !
Soohyun !” eomma Soohyun berteriak keras dan terus menggedor pintu kamar
Soohyun. Sudah beberapa hari sejak kecelakaan Jung Soo dan Soohyun
tidak keluar dari kamarnya. Tentu saja eomma Soohyun akan sangat
khawatir pada putri satu satunya itu. Perlahan ia merenggangkan jari
jarinya, tangannya tak lagi terkepal untuk memukul pintu kamar yang
pasti tidak akan terbuka. Berjalan pelan ke arah telepon rumahnya dan
mencari nomor seseorang dari buku telepon yang terletak disebelah
telepon tersebut. Jari-jarinya menekan tombol satu per satu.
“Datanglah.
Aku sangat khawatir.” Ujar eomma Soohyun. Telepon ditutup. Air mata
mengalir perlahan ke pipinya. ‘Sadarlah sayang, hidup masih harus terus
berjalan.’ Kata eomma dalam hatinya.
Eunhyuk’s
POV
“Datanglah. Aku sangat khawatir.” Ujar ahjumma. Rasa
khawatir menyelimutiku saat ini. Pikiranku hanya di penuhi wajah Cho
Soohyun, yeoja itu. Dengan cepat aku mengambil kunci mobil yang
tergeletak di meja sebelah tempat tidurku. Berlari menuju garasi dan
segera menancap gas pergi ke rumah Soohyun.
TOK.. TOK..
Ku
ketuk pelan pintu rumahnya. Keringat dingin mengalir deras di pelipis
dahiku. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Sudah
berkali-kali punggung tanganku menyeka keringat di wajahku, namun
keringat itu terus saja mengalir.
“Masuklah, dia ada di
kamarnya.” Ucap ahjumma saat ia membukakan pintu untukku. Aku berjalan
cepat ke arah pintu kamarnya. Menyentuh kenop pintu dan berusaha
membukanya. Percuma, ia menguncinya dari dalam.
Aku mundur
sedikit dan bersiap mendobrak pintu kamarnya. BRUAGH ! Suara benturan
keras terdengar, tetapi tetap saja pintu itu masih tertutup. BRUAGH !
Untuk kedua kalinya aku berusaha mendobrak pintu kamarnya. Dan
beruntung, pintu itu terbuka. Aku melihatnya. Ya, aku melihatnya.
Seorang yeoja yang aku cintai, seorang yeoja yang belakangan ini mengisi
hatiku, duduk berdiam di sudut tempat tidurnya dan memegang cutter di
tangan kanannya. Tangan kirinya mengalir darah merah yang sudah
berceceran di sprei tepat tidurnya.
“SOOHYUN!” aku berteriak keras
dan berlari ke arahnya. Eomma Soohyun menutup mulutnya, tidak percaya
dengan apa yang dilihatnya. Aku memeluknya, aku melihat wajahnya yang
pucat, aku melihatnya. Seakan rusak, seakan tidak ada jiwa yang
bersarang di tubuhnya, pandangannya kosong. “Kajja, kita kerumah sakit!”
Aku menggendongnya, matanya masih terbuka dan deru nafasnya masih
terdengar, tapi ia seperti kehilangan indra perasa, tidak ada setetes
air mata pun yang keluar.
Aku menemaninya di rumah sakit. Eommanya
pulang untuk mengambil baju dan segala macam keperluan yang dibutuhkan
Soohyun. Matanya terpejam, tangan kirinya dibalut perban, luka luka
pasca kecelakaan sudah diobati. Jarum infus menembus kulitnya.
Menatapnya, melihat wajahnya, wajahnya yang cantik dan senyuman yang
manis, mungkin aku sudah tidak dapat melihatnya lagi.
“Lee Hyuk
Jae.” Aku melihat kedua matanya terbuka dan memanggil namaku. Aku
mendekat dan tersenyum lebar padanya.
“Hmm ? Apa ada yang kau
inginkan ?” balasku pelan.
“Aku berpikir, kalau darahku
habis....aku akan meninggal.”Aku terdiam. Mulutku terkunci rapat.
“Maafkan aku, aku baru menyadarinya sekarang, aku tidak mencintaimu,
aku mencintai orang lain.”
“Aku tahu.”
“Aku menyukaimu,
segala kebaikanmu, segalanya darimu aku menyukainya, tapi aku mencintai
dia, aku mencintai Park Jung Soo.”
“Aku tahu.”
“Mianhaeyo.
Maafkan aku.”
“Kau memintaku untuk menjaga jarak hmm ? aku akan
melakukannya. Kau memintaku untuk diam ? Aku juga akan melakukannya.
Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku.” Aku tersenyum kepadanya,
menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.
“Kita harus putus..”
“Arraseo.”
“Kau...marah
padaku ? Tidak apa-apa, aku menerimanya, aku memang pantas
menerimanya.”
“Aku tidak marah padamu, hal seperti ini memang
harus terjadi. Jangan lakukan hal bodoh lagi hmm ? Aku mencintaimu,
dan selamanya akan tetap begitu.”
Soohyun tersenyum padaku,
senyuman manisnya mungkin hal yang akan selalu aku rindukan. “Apa Jung
Soo baik-baik saja ?” tanyanya.
“Jung Soo sudah melewati masa
kritisnya, ia baru saja sadarkan diri.”
“Bantu aku untuk bertemu
dengannya.” Dia bangun meskipun tubuhnya sedikit lemas. Aku ingin
menahannya untuk bangun, tetapi ia memaksa. Aku menyerah, aku
menuntunnya duduk di kursi roda dan mengantarkannya ke depan pintu
ruang rawat Park Jung Soo. “Gomawoyo, selebihnya biar aku lakukan
sendiri.” Ujarnya tersenyum.
“Gwaenchana ? Aku sedikit khawatir.”
Kataku cepat. Ia tersenyum lebar padaku, ia memintaku untuk
meninggalkannya. Aku menghela nafas panjang. “Baiklah, hati-hati.” Aku
berbalik, berjalan meninggalkan dia di depan ruangan Park Jung Soo.
Author’s
POV
Soohyun melihat kepergian Eunhyuk dari hadapannya.
Setelah Eunhyuk menghilang dari pandangannya, ia menggenggam kenop
pintu dan hendak membukanya. Tetapi sesuatu membuat Soohyun membatalkan
niatnya.
“Tangan anda sudah tidak dapat tertolong, tuan.
Benturan tersebut sangat keras dan merusak saraf tangan anda.” Sebuah
suara menggetarkan hati Soohyun. Jantungnya berdetak cepat.
“Maksud
dokter, tangan saya lumpuh ?” Suara yang sangat Soohyun kenal, Park
Jung Soo membalasnya.
“Bahasa kasarnya seperti itu.”
Soohyun
terpaku di tempatnya, tangannya membuka kenop pintu cepat. Ia melihat
Jung Soo yang duduk di ranjangnya dan dokter yang berdiri di
sebelahnya. Jung Soo dan dokter menatap kedatangan Soohyun kaget.
“Soohyun
?” ujar Jung Soo pelan.
“Ya! Jelaskan padaku, penjelasan dokter
salah kan ? Ia hanya mengajakmu bercanda bukan ?” ucap Soohyun setengah
berteriak. Dokter membungkukkan badannya pada Jung Soo dan berjalan
keluar. Tinggallah Jung Soo dan Soohyun disini.
“Soohyun-ah....”
“Ahahaha,
dokter itu sangat lucu. Ia bercanda kan ? Ahaha, aku sungguh tidak
bisa berhenti tertawa.” Soohyun menjalankan kursi rodanya mendekat pada
Jung Soo sambil terus tertawa.
“Tertawalah jika kau ingin
tertawa. Menangislah jika kau ingin menangis. Jangan memaksakan dirimu
tertawa jika kau ingin menangis.” Jung Soo manatap wajah Soohyun fokus.
“Aha..ha..ha..ha”
Soohyun tertawa pelan dan semakin pelan kemudian ia menangis.”Kenapa
waktu itu kau menyelamatkanku ? Kenapa ? Harusnya aku, harusnya aku yang
lumpuh, bukan kau. Harusnya aku yang mendapatkannya, kenapa kau Park
Jung Soo ?!!”
“Mianhae.”
“Ani ! Harusnya aku yang
mengatakannya ! Aku, Park Jung Soo ! Kenapa kau harus seperti ini ?!
Kenapa ?!” teriak Soohyun dan kedua tangannya meremas baju rumah sakit
Jung Soo. Jerit tangis yang memilukan kembali didengar Jung Soo, jeritan
tangis Soohyun yang ketiga kalinya untuk Jung Soo. In Young dan eomma
Jung Soo melihatnya dari depan pintu kamar. In Young dan eommanya tidak
kuasa untuk menahan tangis. Tangis Soohyun begitu memilukan, terasa
bahwa Soohyun sungguh-sungguh menyesal, semuanya merasa tersakiti, bukan
hanya Jung Soo.
“Jangan menangis.” Jung Soo menghapusnya, air
mata Soohyun. ”Ini kenapa hmm ?” Jung Soo mengambil tangan kiri Soohyun
yang dibalut perban.
“Aniya.” Soohyun menyembunyikan tangan
kirinya dan menjalankan kursi rodanya keluar kamar Jung Soo. Jung Soo
terdiam, ia tidak punya hak memaksa Soohyun disini.
Soohyun keluar
dan menemukan eomma Jung Soo dan In Young duduk di ruang tunggu depan
kamar Jung Soo. Soohyun memberhentikan kursi itu didepan mereka, dan
berusaha bangkit berdiri. In Young dan eomma Jung Soo terbelalak melihat
Soohyun yang memaksakan dirinya berdiri di hadapan mereka.
“Maafkan
aku. Aku yang salah, aku yang membuatnya seperti ini. Pasti ahjumma
dan eonnie akan membenciku bukan ? Aku menerimanya, aku pantas
menerimanya. Sekali lagi, maafkan aku.” Soohyun membungkukkan badannya
dan menitikkan air matanya jatuh ke lantai. Kemudian Soohyun duduk
kembali di kursi roda dan menggerakkannya pergi.
“Kami tidak
membencimu Soohyun-ah.. Ini bukan salahmu.. Kami tidak menyalahkanmu.. ”
ujar eomma Jung Soo melihat ke arah Soohyun yang masih terus berjalan
meninggalkan mereka.
“Aku tidak membencimu, aku sudah
menerimanya.Tetaplah di samping Jung Soo.” Ucap In Young tersenyum
kecil.
Soohyun berhenti, ia memutar kepalanya menghadap eomma
Jung Soo dan in Young. Soohyun tersenyum pada mereka. Kemudian kembali
menggerakkan kursi rodanya ke kamarnya. Terdengar teriakan kecil yang
diutarakan eomma Jung Soo.
“Seringlah main ke kamar Jung Soo,
pasti ia juga akan senang melihatmu !”
***
“Annyeong
!” teriak Soohyun saat memasuki kamar Jung Soo tanpa menggunakan kursi
rodanya. Ia sangat senang meskipun badannya semakin terasa lemas.
Sudah beberapa hari untuk Soohyun dan sudah seminggu untuk Jung Soo
tinggal di rumah sakit ini.
“Kau selalu berteriak kencang seperti
itu. Telingaku panas ! Lagipula ini kan rumah sakit.” Ujar Jung Soo
mencibir sambil tersenyum lebar pada Soohyun.
“Jung Soo-ah. Aku
ingin memberti tahumu sesuatu..” ucap Soohyun riang dan mendekatkan
wajahnya ke telinga Jung Soo. Tetapi Jung Soo menjauhkan wajahnya dari
wajah Soohyun.
“Mau apa kau ? Jangan dekat-dekat !” Jung Soo
melotot melihat Soohyun, Soohyun tertawa kecil.
“Ppali..Ppali !
Aku tidak ada waktu !” teriak Soohyun. Dengan ragu-ragu Jung Soo
mendekatkan telinganya dengan wajah Soohyun. Hembusan nafas Soohyun yang
panas terasa di telinga Jung Soo, membuat hatinya sedikit bergetar.
“Kau tahu ? Ternyata ada seorang yeoja bodoh yang mencintaimu!” ujar
Soohyun ditelinga Jung Soo.
“Hah ?” Jung Soo bingung dan menatap
wajah Soohyun yang masih tersenyum lebar. “Maksudmu?”
“Ne ! Ada
seorang yeoja bodoh yang baru menyadari bahwa dia mencintaimu !”
“Nuguya
?” Jung Soo menatap wajah Soohyun lekat lekat, menungggu jawaban
Soohyun.
“Aku !” jawab Soohyun cepat.
“Hah ?” Jung Soo
terperanjat kaget.
“Ne ! Yeoja bodoh itu aku ! Aku yang baru
menyadari kau mencintaiku, aku baru menyadari bahwa aku juga
mencintaimu.” Soohyun tersenyum.
“Kau mengatakan kau mencintaiku
karena kau merasa kasihan padaku bukan ? Ani, aku tidak
membutuhkannya.” Jung Soo membuang mukanya pada Soohyun.
“Jung
Soo-ah. Aku mohon, jangan berbohong lagi.” Soohyun menyentuh tangan
kanan Jung Soo dengan tangannya yang masih berbalut perban.
“Aku
tidak membutuhkannya Soohyun-ah. Aku tidak membutuhkan rasa kasihan itu.
Aku rasa lebih baik kita seperti ini saja.”
Terdengar bunyi
ketukan beberapa kali dari pintu kamar Jung Soo. Kemudian pintu pun
terbuka dan beberapa suster masuk ke dalam ruangan.
“Nona Soohyun,
ayo kita kembali ke kamar.” Seorang suster menyentuh pundak Soohyun dan
mengajaknya pergi.
“Aniya suster, ada yang masih harus kuurus
disini. Sebentar saja.” Soohyun sedikit meronta-ronta. Tetapi dengan
bantuan beberapa suster yang lain, Soohyun berhasil dibawa pergi. “Jung
Soo-ah, kumohon pikirkan baik-baik, sungguh, aku tidak mempunyai rasa
kasihan itu. Percayalah !” Soohyun berhenti meronta-ronta dan akhirnya
mengalah untuk dibawa pergi.
“Chakkaman suster, apa yang terjadi
dengan Soohyun ? kenapa dia tidak boleh kesini ? Dan kenapa ia masih di
rumah sakit ini ? Dia hanya perawatan untuk mengobati luka pasca
kecelakaan saja bukan ?” tanya Jung Soo pada suster yang berdiri di
paling belakang.
“Aniya. Nona Soohyun disini bukan hanya karena
perawatan luka pasca kecelakaan, ia disini karena luka sayat
ditangannya terus robek. Nona Soohyun tidak bisa diam dan alhasil luka
itu terus robek. Ia selalu melakukan transfusi darah dan seringkali
mengalami demam. Dan pagi ini demamnya kambuh, kami sudah melarang nona
untuk keluar kamar, tetapi ia pergi saat kami lengah.” Kata suster
itu.
“Mwo ? Lalu kenapa tangannya terluka ?” tanya Jung Soo lagi.
Jung Soo terkejut dan ia kembali mengingat luka perban di tangan
Soohyun.
“Sepertinya itu percobaan bunuh diri, coba saja kalau ia
ditemukan terlambat, mungkin nona Soohyun akan benar-benar meninggal.
Ah, maaf tuan, saya harus pergi, saya masih harus mengganti perban nona
Soohyun.” Suster itu keluar meninggalkan Jung Soo yang terpaku disana.
‘jadi...perban, tidak ada waktu, nafasnya yang panas, luka ditangannya
itu, dan dia masih disini, karena dia berniat bunuh diri ? Cho
Soohyun, kau gila!’ Jung Soo mendengus kesal.
***
“Eunhyukkie.
Eottokhe ? Dia sepertinya benar-benar membenciku.” Ujar Soohyun sambil
menggigiti kuku jarinya. Eunhyuk mengambil tangan Soohyun dan
meletakkannya disamping ranjang.
“Jangan gigiti kuku jarimu!”
Eunhyuk melotot melihat Soohyun.
“Eottokhe Eunhyukkie ? “ Soohyun
memonyongkan bibirnya dan menundukkan kepalanya.
“Bilang padanya
kalau kau sungguh tidak seperti itu hmm ?” ujar Eunhyuk.
“Aku saja
tidak boleh keluar kamar oleh suster sejak kejadian itu!”
“Kau
itu babo ! Pakai media lain ! Coba kirimi surat !” Eunhyuk mengangkat
wajah Soohyun. “Senyumlah!”
“Eunhyukkie ! Kau pintar !” Soohyun
tersenyum lebar dan berniat mengambil kertas dan pulpen dari laci meja
sebelah ranjangnya.
“Biar aku ambilkan, nanti lukamu robek lagi
hmm ?” Eunhyuk menahan tangan Soohyun dan membantu Soohyun mengambil
kertas dan pulpen dari dalam laci.
“Gomawo Eunhyukkie!” Soohyun
tersenyum lebar dan mulai menulis, baru menulis sebentar ia sudah
melipat kertas tersebut dan memberikannya pada Eunhyuk. “Kau mau
membantuku bukan?” tanya Soohyun.
“Tentu.” Eunhyuk tersenyum dan
mengambil kertas tersebut dari tangan Soohyun. “Aku akan pulang dan
memberikan ini pada Jung Soo. Cepatlah sembuh ne ?” Eunhyuk tersenyum
dan mengambil tas nya keluar dari kamar Soohyun. ‘aku mencintaimu..’
ujar Eunhyuk dalam hati.
***
“Soohyun
memberikan ini padamu.” Eunhyuk memberikan kertas itu kepada Jung Soo.
Jung Soo menerimanya ragu-ragu. “Kami sudah putus, dia mencintaimu, dia
sudah mengatakannya bukan ?”
“Ne.” Jawab Jung Soo singkat.
“Jangan
mengecewakannya. Kau mencintainya ? Aku sudah merelakannya untukmu,
atau kau mau aku merebutnya kembali darimu ?” ujar Eunhyuk tersenyum.
“Bukan
itu. Ia tidak mencintaiku. Ia hanya merasa kasihan padaku.”
“Baca
apa yang dia tulis disana.” Jung Soo membuka kertas tersebut perlahan.
Dan kemudian ia membacanya.
“Jika kau tidak mencintaiku, tidak
masalah. Aku hanya berharap dapat melihatmu setiap hari. Tidak peduli
apapun yang terjadi, tidak peduli apapun yang akan kau lakukan, aku
akan tetap bersamamu. Aku akan tetap mencintaimu.... Soohyun. ” Jung
Soo membacanya dan menatap wajah Eunhyuk.
“Ia merindukanmu, dan
yang paling ingin ia katakan adalah.... bahwa ia mencintaimu.” Eunhyuk
tersenyum pada Jung Soo. “Kau tahu ? Seorang yeoja sangat sulit
mengutarakan perasaannya pada seorang namja, tapi kau lihat ? Soohyun
mengesampingkan segala kesulitannya dan ia terus mengatakan bahwa ia
mencintaimu.” Eunhyuk berlalu begitu saja meninggalkan Jung Soo.
Sebelum ia membuka pintu kamar, Eunhyuk berbalik. “Aku ingin mendengar
Soohyun bercerita padaku tentangmu hari ini. Harus hari ini, arraseo
?!” Eunhyuk membuka pintu dan keluar sambil tersenyum.
Jung Soo
terdiam namun tersenyum akhirnya. Ia membawa surat itu keluar kamarnya
dan berlari ke kamar Soohyun. Jung Soo terburu-buru membuka pintu kamar
dan melihat Soohyun sedang menulis di sebuah kertas. Soohyun menoleh
melihat ada seseorang masuk ke kamarnya.
“Jung Soo ? Kau datang
?” Soohyun tersenyum lebar dan turun dari ranjangnya. Nafas Jung Soo
tidak beraturan karena ia berlari ke kamar Soohyun.
“Apa maksudnya
ini ?’’ Jung Soo menunjukkan selembar kertas yang adi di tulis Soohyun.
“Aku
ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu. Meskipun kau tidak
mencintaiku, aku tetap mencintaimu.” Soohyun tersenyum dan jari
tangannya membentuk huruf V. “Lalu, kau kesini untuk apa ? Untuk
bertemu denganku bukan ?”
“Ani. Aku kesini untuk mengatakan bahwa
aku juga mencintaimu. Nado Saranghaeyo.” Jung Soo memeluk Soohyun
erat. Jung Soo mengendurkan pelukannya dan menatap wajah Soohyun
intens. Kemudian dikecupnya pipi Soohyun sekejap. Soohyun
mengerjap-ngerjapkan matanya, wajahnya terasa panas.
“Lihat! Baru
dikecup seperti itu saja kau sudah memerah seperti itu!” ujar Jung Soo
tersenyum lebar.
“Aku merindukanmu.” Balas Soohyun memeluk erat
tubuh Jung Soo.
“Aku disini. Dan akan selalu disini.” Jung Soo
tersenyum.
Saat kau tidak bahagia, aku akan
membiarkan kau menangis. Saat kau tidak lagi menangis, aku akan
membuatmu tertawa -----------Park Jung Soo.
Asalkan
aku bersamamu, aku akan bahagia -----------Cho Soohyun
Aku
mencintaimu, dan selamanya akan tetap begitu.-----------Lee Hyuk Jae
==END==
Rabu, 03 Oktober 2012
[TWOSHOOT] SACRIFICE OF LOVE [1 OF 2]
Ini buka FF buatan saya tapi ini FF tentang saya yang dibuat oleh orang lain ^^
Menurutku ceritanya bagus makanya aku ingin kalian juga membacanya ^^
Hope you like it :D
Title : Sacrifice Of Love
Author : Sheren Indah Grata a.k.a everysta michelle
Genre : Romance
Rating : PG+13
Length : Twoshoot [1 OF 2]
Cast : -Cho Soohyun
-Park Jung Soo a.k.a Leeteuk
-Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
-Park In Young
Notes : annyeong J saya hadir membawa ff yang saya buat sendiri *iyalaaahh* Ini FF request J Mian kalo nanti akhirnya tidak sesuai harapan atau bahkan mengecewakan. Typo bertebaran dimana-mana. Soalnya saya mengerjakan ff ini dalam keadaan sakit *poor author*.So, don’t forget RCL and don’t be a silent reader J Happy Reading J
Recommended Songs : Super Junior - Bittersweet
-Story Begin-
Author’s POV
Matahari bersinar terang. Tanda bahwa hari ini tidak akan turun hujan. Gundukan awan gelap pergi entah kemana. Jam besar di taman sudah berdentang sebelas kali, pertanda bahwa jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Seorang yeoja kecil berjalan pulang ke rumahnya sambil bersenandung riang dengan wajah gembira. Tetapi wajah riangnya hilang seketika begitu ia melihat seekor anjing besar berjalan mendekatinya.
Yeoja bernama Soohyun itu berbalik arah dan berjalan cepat menghindari anjing tersebut. Soohyun terus berjalan, tidak berani menatap ke belakang melihat keberadaan anjing itu.Soohyun tidak tahu anjing itu terus mengikutinya. Sampai pada akhirnya Soohyun menyadari bahwa ia masuk gang yang salah. Soohyun terjebak di gang buntu.
Soohyun memberanikan diri berbalik badan. Anjing itu terus mendekatinya. Soohyun yang tidak tahu harus pergi kemana lagi hanya bisa merosot ke tanah dan mulai terisak. Soohyun takut anjing itu akan menggigit salah satu kakinya. Tangisan Soohyun semakin menjadi-jadi begitu anjing itu mulai mengendus-endus betis Soohyun. Lidah anjiing itu hendak keluar untuk menjilati kaki Soohyun, tetapi lidah anjing itu kembali masuk ke dalam mulutnya ketika seorang namja kecil menaruh ranting kecil di mulut anjing itu. Namja kecil itu juga berhasil membawa anjing itu menjauh dari Soohyun.
“Gwaenchana ?” tanya namja kecil itu dengan gurat wajah khawatir.
“Aku.. Aku takut..” Soohyun kembali menangis keras. Namja kecil itu memeluk Soohyun untuk menenangkannya. Soohyun tetap saja menangis.
“Uljima. Anjing itu sudah pergi. Aku juga disini.” Namja kecil itu masih saja memeluk Soohyun dan menepuk pundaknya pelan-pelan. Tak lama setelah itu, tangis Soohyun berhenti, namja itu melepas pelukannya dan tersenyum. “Sudah tidak ada apa-apa. Jangan menangis. Wajahmu terlihat jelek. Aku Jung Soo.” Lanjut Jung Soo.
“Aku belum pernah melihatmu sebelumnya ? Kau tinggal dimana ?” tanya Soohyun menghapus butiran bening di pipinya dengan punggung tangannya.
“Aku baru pindah kesini. Wajar kau tidak pernah melihatku. Rumahku beberapa blok dari sini. Kapan-kapan main kerumahku ya ?” balas Jung Soo tersenyum. Soohyun ikut tersenyum. Jung Soo berdiri terlebih dahulu dan mengulurkan tangannya pada Soohyun. Soohyun menerima uluran tangan itu dan bangkit berdiri. “Ayo, kuantar pulang.” Ujar Jung Soo menggenggam erat tangan Soohyun.
***
Seoul, 2012
Cahaya matahari masuk melewati celah-celah jendela kamar Soohyun. Cukup terik sehingga membuat suhu kamar menjadi sedikit hangat. Pakaian yang Soohyun pakai terlihat lusuh, terlipat sana sini. Ia menggeliat pelan dan membuka matanya perlahan, berusaha mengadaptasikan matanya dengan cahaya yang ada.
Soohyun duduk di kasurnya sambil terus memeluk guling. Menyibakkan selimut yang cukup membuatnya sedikit kesulitan bergerak. Terlihat jelas dimatanya bahwa Soohyun masih mengantuk, tetapi otaknya mengatakan bahwa ia harus bangun, atau ia akan ketinggalan bus yang mengantarkannya ke kampus.
“Eomma, aku berangkat.” Teriak Soohyun sambil memakaikan sepatu di kedua kakinya.
“Hari ini Jung Soo tidak datang ?” teriak eomma Soohyun dari dalam rumah.
“Tidak. Jung Soo sedang menambah jadwal kuliahnya eomma. Mungkin ia akan semakin jarang kesini.” Jawab Soohyun dan berlari keluar pagar rumahnya.
Rumah yang berdekatan membuat Soohyun dan Jung Soo sering bermain bersama. Pergi dan pulang sekolah bersama. Mengerjakan pekerjaan rumah bersama. Bersahabat dekat sudah belasan tahun. Dimana ada Jung Soo pasti ada Soohyun, begitupun sebaliknya.
Bus datang. Soohyun masuk ke dalam bus tersebut dan hendak duduk di salah satu kursi hingga seorang namja kurus tidak sengaja mendorong pundaknya hingga Soohyun terjatuh. ‘Namja itu kurus, tetapi tenaganya sangat besar’ batin Soohyun. Isi tas Soohyun berserakan, membuat namja itu ikut menunduk dan membantu membereskan barang-barang Soohyun.
“Ah, mian mian. Sungguh aku tidak sengaja. Gwaenchana ?” tanya namja itu merasa bersalah.
“Ah, ye, gwaenchana.” Jawab Soohyun sambil berusaha mengambil salah satu buku kuliahnya. Begitu Soohyun ingin mengambil buku tersebut, tangan namja itu lebih cepat mengambilnya. Ia sedikit terkejut melihat cover buku Soohyun. Apa yang perlu di kaget kan dari cover buku itu ? Bukankah itu hanya buku kuliah biasa ?
“Kau kuliah disini ?” tanya namja itu cepat sambil menunjuk cover buku Soohyun.
“Ne. Ada apa ?” tanya Soohyun bingung. Bus sudah mulai berjalan dan barang-barang Soohyun selesai di bereskan. Soohyun bangkit berdiri dan duduk di kursi. Namja itu ikut duduk di samping Soohyun.
“Aku juga kuliah disini. Kurasa kita bisa jadi teman ? Aku Lee Hyuk Jae, panggil saja Eunhyuk.” Eunhyuk tersenyum pada Soohyun dan mengulurkan tangannya pada Soohyun. Soohyun membalas uluran tangan Eunhyuk.
“Aku Cho Soohyun. Salam kenal.” Ujar Soohyun tersenyum lebar. Deretan giginya yang rapih terlihat jelas. Eunhyuk menjadi minder sendiri karena gusinya yang terpampang jelas jika ia tersenyum. Eunhyuk menunduk menahan senyum yang tidak bisa ia tunjukkan pada Soohyun. “Nanti kau akan kukenalkan pada sahabatku. Park Jung Soo.” Lanjut Soohyun tanpa melihat pada Eunhyuk. Ia mengarahkan pandangannya ke luar jendela. Melihat beberapa burung yang bertengger di ranting pohon bersenandung riang. Soohyun ikut bersenandung kecil, seakan lupa Eunhyuk yang berada disampingnya.
***
Jung Soo’s POV
Aku berjanji bertemu Soohyun di taman belakang sekolah. Aku yang mengajaknya, anggap saja sebagai permintaan maafku tidak bisa pergi bersama untuk beberapa hari kedepan. Ya, jadwal kuliahku alasan dari semua ini. Ada rasa sedikit menyesal dalam hatiku telah memilih jurusan hukum.
Sambil menunggu, kuhabiskan waktuku dengan membaca buku mata kuliahku sambil menyeruput jus strawberry yang barusan ku beli di kantin. Sedang asyik membaca, seseorang memeluk leher jenjangku dari belakang. Aku terbatuk-batuk dibuatnya.
“Yak, Soohyun-ah ! Sampai kapan kau mau terus seperti itu. Ini sudah kesekian kalinya kau membuatku terkejut di siang bolong.” Ujarku cepat sambil menepuk-nepuk dadaku. Aku tidak menoleh, namun aku yakin itu Soohyun. Kebiasaannya tidak pernah berubah. Aroma tubuhnya juga tidak pernah berubah. Tanpa menoleh pun, aku tahu itu Soohyun.
“Mian Jung Soo-ah, hehe.” Tawa Soohyun lebar.”Ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu.” Lanjut Soohyun.
“Nugu ?” tanyaku. Aku menoleh. Mendapati seorang namja kurus dan mempunyai pipi tirus berdiri di sebelah Soohyun. “Aku Park Jung Soo. Sahabat Soohyun. Jurusan hukum.” Kataku memperkenalkan diri sambil tersenyum.
“Aku Lee Hyuk Jae, panggil saja Eunhyuk. Aku baru pindah ke universitas ini. Mohon bimbingannya.” Balasnya tersenyum.
“Jung Soo-ah. Aku mau ke kelas dulu. Kutunggu kau disini jam dua nanti. Mari kita pulang bersama.” Ujar Soohyun riang lalu pergi begitu saja meninggalkan aku dan Eunhyuk. Baru sebentar saja ia sudah lupa Eunhyuk yang baru ia kenal tadi. Begitulah seorang Cho Soohyun, seorang yeoja yang ceroboh dan pelupa.
“Percayakah kau pada cinta pandangan pertama ?” tanya Eunhyuk tiba-tiba setelah Soohyun tidak terlihat lagi. Leeteuk sangat terkejut mendengar Eunhyuk mengatakan hal yang sedikit aneh.
“Entahlah. Aku belum pernah merasakannya.” Jawab Jung Soo ragu.
“Aku sudah merasakannya sekarang. Sepertinya aku jatuh cinta pandangan pertama pada sahabatmu.” Eunhyuk tersenyum. Aku menoleh dan menatapnya tajam, hanya saja ia tidak melihat. Emosiku naik hingga ubun-ubun. Tetapi hatiku memaksa nya untuk kembali turun. “ Tolong bantu aku. Sungguh aku suka padanya. Izinkan aku untuk memiliki sahabatmu itu ne ? Aku ingin ke kelas dulu.” Eunhyuk meninggalkan ku dengan semburat senyum lebar di bibirnya yang tipis itu. Aku merebahan tubuhku di kursi taman. Hatiku gelisah. Bisakah aku merelakan sahabat yang aku cintai untuk Eunhyuk yang bahkan baru saja Soohyun kenal ?
***
“Soohyun-ah. Mianhe. Sepertinya aku tidak bisa pulang denganmu hari ini. Aku ada jadwal dadakan oleh guruku.” Telepon genggam ku pegang dan ku letakkan di telingaku. Aku yakin raut wajah sedih terpancar di wajahku, untung saja aku sedang tidak berhadapan langsung dengan Soohyun sekarang.
“Tidak apa-apa Jung Soo-ah. Eunhyuk menawarkan diri untuk mengantarku pulang. Arah rumah nya sama dengan kita.” Balas Soohyun riang. Aku melonjak kaget mendengar Soohyun akan pulang bersama Eunhyuk.
“Mwo ?! Kau akan pulang dengan Eunhyuk ?!” tanyaku dengan suara yang meninggi.
“Nde. Jadi kau tidak perlu khawatir padaku bukan ? Ada Eunhyuk disini. Ada apa ? Sepertinya kau terkejut ?” tanya Soohyun kembali.
“Aniya. Ani. Tidak apa-apa. Hati-hatilah.” Jawabku lembut.
“Baiklah. Aku pulang duluan. Kau juga, hati-hatilah di jalan.” Dia menutup telepon. Aku hanya bisa menghela nafas mendengar Soohyun mengatakan hal seperti itu kepadaku. Kata-kata Eunhyuk tadi pagi sepertinya serius. Ia tidak main-main dengan ucapannya.
***
Sepanjang hari aku tidak bisa tenang. Semalaman aku tidak bisa tidur. Ucapan Eunhyuk kemarin masih terus bergema di telingaku. Eunhyuk akan merebut apa yang selama ini aku jaga baik-baik. Bagaimana aku bisa tenang ?
Aku berjalan pelan ke arah rumah Soohyun sambil mengeratkan jaket tebal di tubuhku. Hari ini cuaca sedikit dingin. Aku tersenyum kecil mengeluarkan syal berwarna pink dari tas punggungku dan menggenggamnya erat. Syal ini akan kuberikan pada Soohyun. Kemarin aku melihatnya di etalase toko. Kukira akan cocok untuknya.
“Jung Soo-ah !” teriak seseorang keras. Aku segera tahu siapa pemilik suara khas itu. Aku mengangkat kepalaku dan hendak tersenyum. Tetapi semua itu kembali hilang ketika kedua mataku menangkap ada Eunhyuk disamping Soohyun yang sedang tersenyum lebar padaku. Senyumku kembali hilang. Soohyun berlari menghampiriku.
“Annyeong. Lama tidak berjumpa.” Ucap Soohyun melambai-lambaikan tangan kanannya dihadapanku sambil tersenyum.
“Lama ? Bukankah terakhir kali kalian bertemu kemarin pagi ?” tanya Eunhyuk yang tiba-tiba muncul diantara aku dan Soohyun.
“Bagiku, itu sangat lama. Aku rindu padanya. Setiap hari aku selalu bersamanya. Tidak bersamanya sehari membuatku tidak betah.” Jelas Soohyun tersenyum pada Eunhyuk. ‘Kumohon Soohyun-ah. Jangan berikan senyummu pada Eunhyuk. Aku tidak tahan.’ Gumamku pelan. Ku masukkan syal pink itu kembali ke dalam tas punggungku tanpa sepengetahuan Soohyun yang sedang asyik mengobrol bersama Eunhyuk.
“Kalian ingin ke kampus juga bukan ? Kajja.” Ajakku sambil berjalan cepat didepan mereka, sedangkan mereka ? Mereka asyik mengobrol dibelakangku dan aku pun tidak dipedulikan lagi, Aku kembali menghela nafas panjang. Sesuatu yang aku takutkan sebentar lagi akan benar-benar terjadi.
“Jung Soo-ah. Kenapa kau diam saja dari tadi ? Kau sakit ?” tanya Soohyun sambil menyentuh keningku. Aku menghentikan langkahku dan menatapnya.
“Aku tidak sakit. Aku hanya sedang malas berbicara.” Jawabku cepat. Melepaskan tangannya dari keningku dan tersenyum.
“Malas bicara ? Bukan karakter seorang Park Jung Soo. Kita sudah bersahabat belasan tahun Jung Soo-ah. Katakan, ada apa ?” ujar Soohyun. Ia menatapku serius.
“Aku sungguh tidak ada apa-apa. Ayo cepat kita berangkat. Atau kita semua akan sama-sama terlambat.” Ujarku cepat dan kembali berjalan didepan. Akhirnya mereka berdua mengimbangi jalanku. Mereka masih terus menatapku bingung. Aku hanya melihat kedepan dan berpura-pura tidak melihat. ‘Kau begitu dekat dengannya, hingga tidak ada ruang untukku diantara kalian berdua. Aku tidak mungkin mengatakan bahwa aku cemburu kau dekat dengan Eunhyuk. Itu namanya aku egois.’ Batinku.
***
Author’s POV
Angin berhembus kencang membuat semua orang mengeratkan jaket tebal di tubuh mereka. Bulir bulir *author : keinget iklan pulpy orange -_-* salju mulai turun ke permukaan bumi. Sedikit demi sedikit menambah dinginnya cuaca Seoul pagi ini. Meskipun begitu, Jung Soo tetap terus berjalan pelan ke halte bus dengan jaket tipisnya. Tidak memperdulikan cuaca dingin yang menusuk kulit.
Berjalan dan terus berjalan. Sendirian tanpa ada Soohyun yang biasanya akan ada disampingnya, bersama- sama pergi ke kampus mereka. Saling tertawa bersama membuat cuaca terasa sedikit lebih hangat. Jung Soo sadar itu hanya kenangan masa lalunya. Karena pada saat ini, Soohyun tidak berada disampingnya.
“Tinn..Tinn..” Klakson mobil berbunyi keras dari arah belakang. Jung Soo tersadar dari fikirannya dan segera menyingkir sedikit dari jalan tanpa menoleh. “Tinn..Tinn” klakson mobil itu kembali berbunyi. Jung Soo sedikit kesal kemudian menoleh ke arah belakang. Mobil Audi A6 berwarna putih berjalan pelan dan berhenti di sampingJung Soo. Kaca mobil berwarna hitam itu terbuka.
“Jung Soo-ah. Ayo kita berangkat bersama.” Kepala Soohyun menyembul keluar begitu kaca mobil terbuka. Soohyun tersenyum senang. Eunhyuk yang duduk di samping Soohyun pun ikut tersenyum. Jung Soo dapat mengira bahwa ini adalah mobil Eunhyuk.
“Ah, tidak perlu, aku naik bus saja. Halte sudah dekat dari sini.” Jawab Jung Soo lembut.
“Naiklah. Cuaca sedang dingin Jung Soo-ah. Lihat! Salju sudah mulai turun. Nanti kau sakit.” Soohyun memaksa Jung Soo untuk ikut dengannya. “Tadi aku sudah ke rumahmu, kata Ahjumma kau sudah pergi. Kenapa kau tidak ke rumahku huh ? Aku menunggumu.” Lanjut Soohyun.
“Mian. Aku ada kelas pagi hari ini. Kukira kau tidak mau kut denganku, jadi aku pergi sendiri” jawab Jung Soo berbohong. Dari awal memang Jung Soo tidak berniat menjemput Soohyun dirumahnya seperti biasa. Jung Soo memberikan kesempatan Eunhyuk untuk menjemput Soohyun. Jung Soo tidak mau bertindak egois, menganggap Soohyun hanya miliknya karena memang status mereka hanya sekedar sahabat.
“Kalau kau tidak mau ikut, aku akan turun dan naik bus bersamamu.” Ancam Soohyun. Jung Soo dan Eunhyuk terbelalak kaget. Tangan Soohyun di tahan Eunhyuk dan pintu mobil ditahan Jung Soo. “Eoh?” Soohyun terlihat bingung dengan perlakuan dua namja ini.
“Jangan turun. Cuaca sedang dingin-dinginnya kau tahu ?!” Jung Soo menaikan suaranya. Soohyun sedikit kaget. Mata Jung Soo menatap Eunhyuk, memberi tanda bahwa Eunhyuk harus cepat pergi. Mengatakan bahwa Jung Soo tidak akan ikut. Mobil langsung melaju cepat, meninggalkan Jung Soo sendirian.
***
Jung Soo sampai kampus beberapa saat setelah Eunhyuk dan Soohyun. Semua pasang mata yang ada disana menatap kedatangan Jung Soo dengan tatapan iba. Seorang yeoja berbisik dengan teman disebelahnya.
“Kasihan ya Jung Soo. Dia dikhianati oleh Soohyun, sahabat lamanya sendiri. Ckckck, Jung Soo orang yang baik, malah dimanfaatkan. Dasar Soohyun saja yang tidak tahu diri.” Ujar seorang yeoja.
“Soohyun menjadikan Eunhyuk pacarnya hanya karena ingin uang kan ? Masa baru sebulan yang lalu Eunhyuk masuk universitas ini langsung pacaran dengan Soohyun ? Sungguh tidak masuk akal. Cewek matre.” Balas yang seorang lain.
“Apa kau bilang ? Soohyun berpacaran dengan Eunhyuk ?!” Jung Soo berteriak sambil menghampiri yeoja itu. Yeoja itu ,mundur takut-takut.
“Nde, oppa. Oppa, apa benar kau dimanfaatkan Soohyun ? Bukankah kalian sudah bersahabat belasan tahun ?” tanya yeoja itu pelan. Masih takut dengan tatapan Jung Soo.
“Tidak. Itu tidak benar. Ia tidak memanfaatkanku dan aku tidak merasa dimanfaatkan.” Jelas Jung Soo kemudian berlalu begitu saja. Hatinya perih. Sedikit banyak Soohyun telah menggoreskan luka sayat di hati Jung Soo. Bukan karena merasa dimanfaatkan,tetapi karena ia berpacaran dengan Eunhyuk. Soohyun yang dijaga baik baik selama ini oleh Jung Soo akhirnya benar-benar direbut oleh seorang Lee Hyuk Jae, Eunhyuk.
***
Hari ini Soohyun dan Eunhyuk kembali mengunjungi rumah Jung Soo meskipun mereka tahu apa yang akan eomma Jung Soo katakan kepada mereka. Jung Soo selalu tidak ada dirumah. Sudah seminggu sejak gosip itu menyebar. Ya, gosip Eunhyuk dan Soohyun pacaran, gosip Jung Soo yang hanya dimanfaatkan Soohyun, gosip Soohyun yang hanya ingin uang Eunhyuk. Eunhyuk, putra dari seorang pengusaha besar dan ahli waris satu-satunya perusahaan tersebut. Tentu saja akan menjadi gosip besar jika Eunhyuk berpacaran dengan Soohyun yang hanya mahasiswa biasa.
“Ahjumma. Benar Jung Soo tidak ada dirumah ? Dia tidak berbohong padaku bukan ? Dia sudah tidak kuliah seminggu ahjumma.” Rajuk Soohyun berharap eomma Jung Soo memberitahu yang sebenarnya. Jung Soo tidak kelihatan selama seminggu ini di kampus padahal eomma Jung Soo selalu mengatakan bahwa Jung Soo pergi kuliah setiap harinya. Bagaimana bisa ?
“Sudahlah. Jangan rayu eommaku terus. Kalo eomma ku bilang Jung Soo pergi ya berarti Jung Soo pergi.” Bentak In Young, kakak perempuan Jung Soo dengan wajah sinis pada Soohyun. Soohyun memang tidak terlalu dekat dengan In Young, tetapi Soohyun merasa hubungan mereka selama ini baik baik saja, ia juga terlihat senang Soohyun bersahabat dengan Jung Soo.
“In Young eonnie, aku mohon. Aku ingin bertemu dengan Jung Soo. Bisakah eonnie mengizinkanku bertemu dengannya ? Aku tahu Jung Soo ada didalam.” Ujar Soohyun dengan muka sedih. Sedangkan Eunhyuk hanya berdiri diam dibelakang Soohyun. Tidak mau mengatakan apa-apa yang bisa memperkeruh suasana.
“Tidak bisa. Kalaupun bisa, Jung Soo juga pasti tidak mau bertemu denganmu.” Balas In Young keras. Eomma sudah mendorong In Young masuk kedalam, tidak ingin suasana rumahnya menjadi kacau, tetapi apa daya, kekuatan orang tua kalah dengan anak muda. “Sana, ajak pacarmu itu pergi. Dan jangan kembali lagi. Anggap kau tidak pernah mengenal Jung Soo.” Teriak In Young pada Eunhyuk. Eunhyuk menghela nafas panjang dan menyentuh pundak Soohyun. Berharap Soohyun mau mendengarkannya dan pergi dari tempat itu. Soohyun menghempaskan tangan Eunhyuk dari pundaknya. Kembali berteriak sebelum pintu rumah itu tertutup.
“Aku mohon, sekali saja aku ingin bertemu dengan Jung Soo. Tidak perlu lama-lama, hanya lima menit dan itu cukup. Aku akan berlutut pada eonnie jika eonnie mengizinkannya. Jebal, eonnie.” Soohyun mulai terisak pelan. Eunhyuk menggenggam telapak tangan Soohyun, dan memaksanya pergi. Pintu tertutup, tidak ada lagi kesempatan untuk Soohyun. Eunhyuk memaksa Soohyun masuk mobil dan segera melesat dari sana.
Diam-diam, Jung Soo memperhatikan mereka dari jendela kamarnya. Ia melihat semua kejadian itu. Tangisan Soohyun bergema di telinga Jung Soo, kembali teringat Soohyun kecil yang menangis di gang buntu. Ini adalah kali kedua Jung Soo mendengar suara tangisan Soohyun kembali. Tangisan yang membuat Jung Soo dan Soohyun bersahabat.
“In Young noona.” Ujar Jung Soo pelan masuk ke kamar noona nya. In Young yang sedang duduk menghadap jendela kamarnya segera berbalik. Sedikit kaget melihat penampilan Jung Soo yang sedikit berantakan. Pakaian yang terlipat sana sini serta rambut yang sudah tidak terbentuk lagi.
“Waeyo ? Noona sudah mengusirnya seperti permintaanmu bukan ?”jawab In Young.
“Aku hanya meminta noona menyuruhnya pergi, bukan mengusirnya dengan kejam seperti itu. Aku hanya belum mau bertemu dengannya noona, aku belum siap. Hatiku masih sakit.” Ujar Jung Soo menunduk.
“Arraseo Jung Soo-ah. Noona tersulut emosi melihat wajahnya. Mana wajah polos Soohyun yang sering kau ceritakan pada noona ? Noona tidak tahan melihatmu seperti ini hanya karena dia.”
“Sudahlah noona, aku juga sudah lelah seperti ini. Sudah seminggu aku tidak kuliah. Besok aku akan kembali kuliah. Antarkan aku sebelum kau berangkat kerja ya ?”
“Ne. Rapihkan penampilanmu. Kau sungguh jelek jika seperti ini. Kau tidak tampan lagi.” Ujar In Young meledek. Jung Soo tersenyum kecut mendengar penuturan eonnienya. Meskipun hanya senyum kecil, tetapi In Young senang Jung Soo bisa kembali tersenyum.
***
Matahari menampakkan sinarnya dari ufuk timur. Jung Soo segera bersiap. Ia memakai pakaian casual seperti biasa. Kaus putih di lapisi kemeja bermotif kotak-kotak berwarna biru muda serta celana jins. In Young sudah mengetuk pintu kamar Jung Soo beberapa kali menyuruhnya untuk bergerak lebih cepat. Atau tidak mereka berdua akan sama-sama terlambat. Mobil silver In Young segera melesat cepat dari garasi rumah. Membelah jalanan kota Seoul yang sedikit ramai. Meskipun ramai, tetap saja In Young tidak menurunkan kecepatan moil yang dikendarainya. Sadar bahwa waktu sudah tidak memungkinkan untuk menurunkan kecepatan mobil.
Jung Soo segera turun dari mobil dan In Young juga segera pergi. Jung Soo tersenyum melihat gedung kampus yang sudah seminggu tidak di kunjunginya ini. Kedua matanya menangkap Soohyun sedang berjalan sendirian dan berwajah sedih. Sepertinya Jung Soo tahu apa yang terjadi pada Soohyun. Jung Soo berjalan pergi berpura-pura tidak melihat Soohyun.
“Jung Soo!” teriak seseorang yang Jung Soo yakini itu Soohyun. Tanpa menoleh Jung Soo berlari meninggalkan Soohyun. Tanpa menyangka bahwa Soohyun akan ikut berlari mengejar dirinya.
“Kenapa kau seperti ini Jung Soo-ah. Sungguh, aku minta maaf jika aku sudah membuatmu kecewa.” Ujar Soohyun berteriak, berlari mengejar Jung Soo.
“Aku minta maaf jika aku sudah menyeretmu dalam hubunganku dengan Eunhyuk. Aku minta maaf karena kau ikut digunjingkan orang.”
“Apa kau menghindariku karena aku tidak memberitahumu hubunganku dengan Eunhyuk ? Aku minta maaf Jung Soo-ah. Aku tidak menemukan waktu yang tepat untuk membicarakannya.”
“Apa kau ingin terus menghindar ?! Jika kau melakukan itu, apa kau berfikir bahwa masalahnya akan selesai ?!” teriak Soohyun keras lalu berhenti berlari, nafasnya tersengal-sengal. Ia jongkok ditengah jalan itu, tidak peduli dia berada dimana, yang ia pikir hanya satu, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Tidak menyadari sebuah truk besar siap-siap menghantamnya dari samping.
Jung Soo berhenti berlari dan berbalik mendengar teriakan Soohyun yang terakhir. Ia sedikit tekejut pada Soohyun yang berani berbicara seperti itu kepadanya. Jujur, Jung Soo sedikit tersinggung. Perkataan itu membuat Jung Soo merasa bahwa ia lelaki pecundang.
Truk besar itu melaju cepat. Jung Soo terpaku melihat Soohyun yang masih jongkok di tengah jalan dengan truk yang melaju cepat di jalan itu. Decitan rem terdengar jelas. Roda yang dipaksa untuk berhenti. Debu-debu jalanan bertebaran di sekitar truk besar itu. Jung Soo terdiam, otaknya lambat bekerja. Hingga ia kembali tersadar, bahwa Soohyun masih disana, nyawanya terancam.
“SOOHYUN !!”
-To Be Continued-
Hayo gimana?? ^^
Menurutku ceritanya bagus makanya aku ingin kalian juga membacanya ^^
Hope you like it :D
Title : Sacrifice Of Love
Author : Sheren Indah Grata a.k.a everysta michelle
Genre : Romance
Rating : PG+13
Length : Twoshoot [1 OF 2]
Cast : -Cho Soohyun
-Park Jung Soo a.k.a Leeteuk
-Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
-Park In Young
Notes : annyeong J saya hadir membawa ff yang saya buat sendiri *iyalaaahh* Ini FF request J Mian kalo nanti akhirnya tidak sesuai harapan atau bahkan mengecewakan. Typo bertebaran dimana-mana. Soalnya saya mengerjakan ff ini dalam keadaan sakit *poor author*.So, don’t forget RCL and don’t be a silent reader J Happy Reading J
Recommended Songs : Super Junior - Bittersweet
-Story Begin-
Author’s POV
Matahari bersinar terang. Tanda bahwa hari ini tidak akan turun hujan. Gundukan awan gelap pergi entah kemana. Jam besar di taman sudah berdentang sebelas kali, pertanda bahwa jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Seorang yeoja kecil berjalan pulang ke rumahnya sambil bersenandung riang dengan wajah gembira. Tetapi wajah riangnya hilang seketika begitu ia melihat seekor anjing besar berjalan mendekatinya.
Yeoja bernama Soohyun itu berbalik arah dan berjalan cepat menghindari anjing tersebut. Soohyun terus berjalan, tidak berani menatap ke belakang melihat keberadaan anjing itu.Soohyun tidak tahu anjing itu terus mengikutinya. Sampai pada akhirnya Soohyun menyadari bahwa ia masuk gang yang salah. Soohyun terjebak di gang buntu.
Soohyun memberanikan diri berbalik badan. Anjing itu terus mendekatinya. Soohyun yang tidak tahu harus pergi kemana lagi hanya bisa merosot ke tanah dan mulai terisak. Soohyun takut anjing itu akan menggigit salah satu kakinya. Tangisan Soohyun semakin menjadi-jadi begitu anjing itu mulai mengendus-endus betis Soohyun. Lidah anjiing itu hendak keluar untuk menjilati kaki Soohyun, tetapi lidah anjing itu kembali masuk ke dalam mulutnya ketika seorang namja kecil menaruh ranting kecil di mulut anjing itu. Namja kecil itu juga berhasil membawa anjing itu menjauh dari Soohyun.
“Gwaenchana ?” tanya namja kecil itu dengan gurat wajah khawatir.
“Aku.. Aku takut..” Soohyun kembali menangis keras. Namja kecil itu memeluk Soohyun untuk menenangkannya. Soohyun tetap saja menangis.
“Uljima. Anjing itu sudah pergi. Aku juga disini.” Namja kecil itu masih saja memeluk Soohyun dan menepuk pundaknya pelan-pelan. Tak lama setelah itu, tangis Soohyun berhenti, namja itu melepas pelukannya dan tersenyum. “Sudah tidak ada apa-apa. Jangan menangis. Wajahmu terlihat jelek. Aku Jung Soo.” Lanjut Jung Soo.
“Aku belum pernah melihatmu sebelumnya ? Kau tinggal dimana ?” tanya Soohyun menghapus butiran bening di pipinya dengan punggung tangannya.
“Aku baru pindah kesini. Wajar kau tidak pernah melihatku. Rumahku beberapa blok dari sini. Kapan-kapan main kerumahku ya ?” balas Jung Soo tersenyum. Soohyun ikut tersenyum. Jung Soo berdiri terlebih dahulu dan mengulurkan tangannya pada Soohyun. Soohyun menerima uluran tangan itu dan bangkit berdiri. “Ayo, kuantar pulang.” Ujar Jung Soo menggenggam erat tangan Soohyun.
***
Seoul, 2012
Cahaya matahari masuk melewati celah-celah jendela kamar Soohyun. Cukup terik sehingga membuat suhu kamar menjadi sedikit hangat. Pakaian yang Soohyun pakai terlihat lusuh, terlipat sana sini. Ia menggeliat pelan dan membuka matanya perlahan, berusaha mengadaptasikan matanya dengan cahaya yang ada.
Soohyun duduk di kasurnya sambil terus memeluk guling. Menyibakkan selimut yang cukup membuatnya sedikit kesulitan bergerak. Terlihat jelas dimatanya bahwa Soohyun masih mengantuk, tetapi otaknya mengatakan bahwa ia harus bangun, atau ia akan ketinggalan bus yang mengantarkannya ke kampus.
“Eomma, aku berangkat.” Teriak Soohyun sambil memakaikan sepatu di kedua kakinya.
“Hari ini Jung Soo tidak datang ?” teriak eomma Soohyun dari dalam rumah.
“Tidak. Jung Soo sedang menambah jadwal kuliahnya eomma. Mungkin ia akan semakin jarang kesini.” Jawab Soohyun dan berlari keluar pagar rumahnya.
Rumah yang berdekatan membuat Soohyun dan Jung Soo sering bermain bersama. Pergi dan pulang sekolah bersama. Mengerjakan pekerjaan rumah bersama. Bersahabat dekat sudah belasan tahun. Dimana ada Jung Soo pasti ada Soohyun, begitupun sebaliknya.
Bus datang. Soohyun masuk ke dalam bus tersebut dan hendak duduk di salah satu kursi hingga seorang namja kurus tidak sengaja mendorong pundaknya hingga Soohyun terjatuh. ‘Namja itu kurus, tetapi tenaganya sangat besar’ batin Soohyun. Isi tas Soohyun berserakan, membuat namja itu ikut menunduk dan membantu membereskan barang-barang Soohyun.
“Ah, mian mian. Sungguh aku tidak sengaja. Gwaenchana ?” tanya namja itu merasa bersalah.
“Ah, ye, gwaenchana.” Jawab Soohyun sambil berusaha mengambil salah satu buku kuliahnya. Begitu Soohyun ingin mengambil buku tersebut, tangan namja itu lebih cepat mengambilnya. Ia sedikit terkejut melihat cover buku Soohyun. Apa yang perlu di kaget kan dari cover buku itu ? Bukankah itu hanya buku kuliah biasa ?
“Kau kuliah disini ?” tanya namja itu cepat sambil menunjuk cover buku Soohyun.
“Ne. Ada apa ?” tanya Soohyun bingung. Bus sudah mulai berjalan dan barang-barang Soohyun selesai di bereskan. Soohyun bangkit berdiri dan duduk di kursi. Namja itu ikut duduk di samping Soohyun.
“Aku juga kuliah disini. Kurasa kita bisa jadi teman ? Aku Lee Hyuk Jae, panggil saja Eunhyuk.” Eunhyuk tersenyum pada Soohyun dan mengulurkan tangannya pada Soohyun. Soohyun membalas uluran tangan Eunhyuk.
“Aku Cho Soohyun. Salam kenal.” Ujar Soohyun tersenyum lebar. Deretan giginya yang rapih terlihat jelas. Eunhyuk menjadi minder sendiri karena gusinya yang terpampang jelas jika ia tersenyum. Eunhyuk menunduk menahan senyum yang tidak bisa ia tunjukkan pada Soohyun. “Nanti kau akan kukenalkan pada sahabatku. Park Jung Soo.” Lanjut Soohyun tanpa melihat pada Eunhyuk. Ia mengarahkan pandangannya ke luar jendela. Melihat beberapa burung yang bertengger di ranting pohon bersenandung riang. Soohyun ikut bersenandung kecil, seakan lupa Eunhyuk yang berada disampingnya.
***
Jung Soo’s POV
Aku berjanji bertemu Soohyun di taman belakang sekolah. Aku yang mengajaknya, anggap saja sebagai permintaan maafku tidak bisa pergi bersama untuk beberapa hari kedepan. Ya, jadwal kuliahku alasan dari semua ini. Ada rasa sedikit menyesal dalam hatiku telah memilih jurusan hukum.
Sambil menunggu, kuhabiskan waktuku dengan membaca buku mata kuliahku sambil menyeruput jus strawberry yang barusan ku beli di kantin. Sedang asyik membaca, seseorang memeluk leher jenjangku dari belakang. Aku terbatuk-batuk dibuatnya.
“Yak, Soohyun-ah ! Sampai kapan kau mau terus seperti itu. Ini sudah kesekian kalinya kau membuatku terkejut di siang bolong.” Ujarku cepat sambil menepuk-nepuk dadaku. Aku tidak menoleh, namun aku yakin itu Soohyun. Kebiasaannya tidak pernah berubah. Aroma tubuhnya juga tidak pernah berubah. Tanpa menoleh pun, aku tahu itu Soohyun.
“Mian Jung Soo-ah, hehe.” Tawa Soohyun lebar.”Ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu.” Lanjut Soohyun.
“Nugu ?” tanyaku. Aku menoleh. Mendapati seorang namja kurus dan mempunyai pipi tirus berdiri di sebelah Soohyun. “Aku Park Jung Soo. Sahabat Soohyun. Jurusan hukum.” Kataku memperkenalkan diri sambil tersenyum.
“Aku Lee Hyuk Jae, panggil saja Eunhyuk. Aku baru pindah ke universitas ini. Mohon bimbingannya.” Balasnya tersenyum.
“Jung Soo-ah. Aku mau ke kelas dulu. Kutunggu kau disini jam dua nanti. Mari kita pulang bersama.” Ujar Soohyun riang lalu pergi begitu saja meninggalkan aku dan Eunhyuk. Baru sebentar saja ia sudah lupa Eunhyuk yang baru ia kenal tadi. Begitulah seorang Cho Soohyun, seorang yeoja yang ceroboh dan pelupa.
“Percayakah kau pada cinta pandangan pertama ?” tanya Eunhyuk tiba-tiba setelah Soohyun tidak terlihat lagi. Leeteuk sangat terkejut mendengar Eunhyuk mengatakan hal yang sedikit aneh.
“Entahlah. Aku belum pernah merasakannya.” Jawab Jung Soo ragu.
“Aku sudah merasakannya sekarang. Sepertinya aku jatuh cinta pandangan pertama pada sahabatmu.” Eunhyuk tersenyum. Aku menoleh dan menatapnya tajam, hanya saja ia tidak melihat. Emosiku naik hingga ubun-ubun. Tetapi hatiku memaksa nya untuk kembali turun. “ Tolong bantu aku. Sungguh aku suka padanya. Izinkan aku untuk memiliki sahabatmu itu ne ? Aku ingin ke kelas dulu.” Eunhyuk meninggalkan ku dengan semburat senyum lebar di bibirnya yang tipis itu. Aku merebahan tubuhku di kursi taman. Hatiku gelisah. Bisakah aku merelakan sahabat yang aku cintai untuk Eunhyuk yang bahkan baru saja Soohyun kenal ?
***
“Soohyun-ah. Mianhe. Sepertinya aku tidak bisa pulang denganmu hari ini. Aku ada jadwal dadakan oleh guruku.” Telepon genggam ku pegang dan ku letakkan di telingaku. Aku yakin raut wajah sedih terpancar di wajahku, untung saja aku sedang tidak berhadapan langsung dengan Soohyun sekarang.
“Tidak apa-apa Jung Soo-ah. Eunhyuk menawarkan diri untuk mengantarku pulang. Arah rumah nya sama dengan kita.” Balas Soohyun riang. Aku melonjak kaget mendengar Soohyun akan pulang bersama Eunhyuk.
“Mwo ?! Kau akan pulang dengan Eunhyuk ?!” tanyaku dengan suara yang meninggi.
“Nde. Jadi kau tidak perlu khawatir padaku bukan ? Ada Eunhyuk disini. Ada apa ? Sepertinya kau terkejut ?” tanya Soohyun kembali.
“Aniya. Ani. Tidak apa-apa. Hati-hatilah.” Jawabku lembut.
“Baiklah. Aku pulang duluan. Kau juga, hati-hatilah di jalan.” Dia menutup telepon. Aku hanya bisa menghela nafas mendengar Soohyun mengatakan hal seperti itu kepadaku. Kata-kata Eunhyuk tadi pagi sepertinya serius. Ia tidak main-main dengan ucapannya.
***
Sepanjang hari aku tidak bisa tenang. Semalaman aku tidak bisa tidur. Ucapan Eunhyuk kemarin masih terus bergema di telingaku. Eunhyuk akan merebut apa yang selama ini aku jaga baik-baik. Bagaimana aku bisa tenang ?
Aku berjalan pelan ke arah rumah Soohyun sambil mengeratkan jaket tebal di tubuhku. Hari ini cuaca sedikit dingin. Aku tersenyum kecil mengeluarkan syal berwarna pink dari tas punggungku dan menggenggamnya erat. Syal ini akan kuberikan pada Soohyun. Kemarin aku melihatnya di etalase toko. Kukira akan cocok untuknya.
“Jung Soo-ah !” teriak seseorang keras. Aku segera tahu siapa pemilik suara khas itu. Aku mengangkat kepalaku dan hendak tersenyum. Tetapi semua itu kembali hilang ketika kedua mataku menangkap ada Eunhyuk disamping Soohyun yang sedang tersenyum lebar padaku. Senyumku kembali hilang. Soohyun berlari menghampiriku.
“Annyeong. Lama tidak berjumpa.” Ucap Soohyun melambai-lambaikan tangan kanannya dihadapanku sambil tersenyum.
“Lama ? Bukankah terakhir kali kalian bertemu kemarin pagi ?” tanya Eunhyuk yang tiba-tiba muncul diantara aku dan Soohyun.
“Bagiku, itu sangat lama. Aku rindu padanya. Setiap hari aku selalu bersamanya. Tidak bersamanya sehari membuatku tidak betah.” Jelas Soohyun tersenyum pada Eunhyuk. ‘Kumohon Soohyun-ah. Jangan berikan senyummu pada Eunhyuk. Aku tidak tahan.’ Gumamku pelan. Ku masukkan syal pink itu kembali ke dalam tas punggungku tanpa sepengetahuan Soohyun yang sedang asyik mengobrol bersama Eunhyuk.
“Kalian ingin ke kampus juga bukan ? Kajja.” Ajakku sambil berjalan cepat didepan mereka, sedangkan mereka ? Mereka asyik mengobrol dibelakangku dan aku pun tidak dipedulikan lagi, Aku kembali menghela nafas panjang. Sesuatu yang aku takutkan sebentar lagi akan benar-benar terjadi.
“Jung Soo-ah. Kenapa kau diam saja dari tadi ? Kau sakit ?” tanya Soohyun sambil menyentuh keningku. Aku menghentikan langkahku dan menatapnya.
“Aku tidak sakit. Aku hanya sedang malas berbicara.” Jawabku cepat. Melepaskan tangannya dari keningku dan tersenyum.
“Malas bicara ? Bukan karakter seorang Park Jung Soo. Kita sudah bersahabat belasan tahun Jung Soo-ah. Katakan, ada apa ?” ujar Soohyun. Ia menatapku serius.
“Aku sungguh tidak ada apa-apa. Ayo cepat kita berangkat. Atau kita semua akan sama-sama terlambat.” Ujarku cepat dan kembali berjalan didepan. Akhirnya mereka berdua mengimbangi jalanku. Mereka masih terus menatapku bingung. Aku hanya melihat kedepan dan berpura-pura tidak melihat. ‘Kau begitu dekat dengannya, hingga tidak ada ruang untukku diantara kalian berdua. Aku tidak mungkin mengatakan bahwa aku cemburu kau dekat dengan Eunhyuk. Itu namanya aku egois.’ Batinku.
***
Author’s POV
Angin berhembus kencang membuat semua orang mengeratkan jaket tebal di tubuh mereka. Bulir bulir *author : keinget iklan pulpy orange -_-* salju mulai turun ke permukaan bumi. Sedikit demi sedikit menambah dinginnya cuaca Seoul pagi ini. Meskipun begitu, Jung Soo tetap terus berjalan pelan ke halte bus dengan jaket tipisnya. Tidak memperdulikan cuaca dingin yang menusuk kulit.
Berjalan dan terus berjalan. Sendirian tanpa ada Soohyun yang biasanya akan ada disampingnya, bersama- sama pergi ke kampus mereka. Saling tertawa bersama membuat cuaca terasa sedikit lebih hangat. Jung Soo sadar itu hanya kenangan masa lalunya. Karena pada saat ini, Soohyun tidak berada disampingnya.
“Tinn..Tinn..” Klakson mobil berbunyi keras dari arah belakang. Jung Soo tersadar dari fikirannya dan segera menyingkir sedikit dari jalan tanpa menoleh. “Tinn..Tinn” klakson mobil itu kembali berbunyi. Jung Soo sedikit kesal kemudian menoleh ke arah belakang. Mobil Audi A6 berwarna putih berjalan pelan dan berhenti di sampingJung Soo. Kaca mobil berwarna hitam itu terbuka.
“Jung Soo-ah. Ayo kita berangkat bersama.” Kepala Soohyun menyembul keluar begitu kaca mobil terbuka. Soohyun tersenyum senang. Eunhyuk yang duduk di samping Soohyun pun ikut tersenyum. Jung Soo dapat mengira bahwa ini adalah mobil Eunhyuk.
“Ah, tidak perlu, aku naik bus saja. Halte sudah dekat dari sini.” Jawab Jung Soo lembut.
“Naiklah. Cuaca sedang dingin Jung Soo-ah. Lihat! Salju sudah mulai turun. Nanti kau sakit.” Soohyun memaksa Jung Soo untuk ikut dengannya. “Tadi aku sudah ke rumahmu, kata Ahjumma kau sudah pergi. Kenapa kau tidak ke rumahku huh ? Aku menunggumu.” Lanjut Soohyun.
“Mian. Aku ada kelas pagi hari ini. Kukira kau tidak mau kut denganku, jadi aku pergi sendiri” jawab Jung Soo berbohong. Dari awal memang Jung Soo tidak berniat menjemput Soohyun dirumahnya seperti biasa. Jung Soo memberikan kesempatan Eunhyuk untuk menjemput Soohyun. Jung Soo tidak mau bertindak egois, menganggap Soohyun hanya miliknya karena memang status mereka hanya sekedar sahabat.
“Kalau kau tidak mau ikut, aku akan turun dan naik bus bersamamu.” Ancam Soohyun. Jung Soo dan Eunhyuk terbelalak kaget. Tangan Soohyun di tahan Eunhyuk dan pintu mobil ditahan Jung Soo. “Eoh?” Soohyun terlihat bingung dengan perlakuan dua namja ini.
“Jangan turun. Cuaca sedang dingin-dinginnya kau tahu ?!” Jung Soo menaikan suaranya. Soohyun sedikit kaget. Mata Jung Soo menatap Eunhyuk, memberi tanda bahwa Eunhyuk harus cepat pergi. Mengatakan bahwa Jung Soo tidak akan ikut. Mobil langsung melaju cepat, meninggalkan Jung Soo sendirian.
***
Jung Soo sampai kampus beberapa saat setelah Eunhyuk dan Soohyun. Semua pasang mata yang ada disana menatap kedatangan Jung Soo dengan tatapan iba. Seorang yeoja berbisik dengan teman disebelahnya.
“Kasihan ya Jung Soo. Dia dikhianati oleh Soohyun, sahabat lamanya sendiri. Ckckck, Jung Soo orang yang baik, malah dimanfaatkan. Dasar Soohyun saja yang tidak tahu diri.” Ujar seorang yeoja.
“Soohyun menjadikan Eunhyuk pacarnya hanya karena ingin uang kan ? Masa baru sebulan yang lalu Eunhyuk masuk universitas ini langsung pacaran dengan Soohyun ? Sungguh tidak masuk akal. Cewek matre.” Balas yang seorang lain.
“Apa kau bilang ? Soohyun berpacaran dengan Eunhyuk ?!” Jung Soo berteriak sambil menghampiri yeoja itu. Yeoja itu ,mundur takut-takut.
“Nde, oppa. Oppa, apa benar kau dimanfaatkan Soohyun ? Bukankah kalian sudah bersahabat belasan tahun ?” tanya yeoja itu pelan. Masih takut dengan tatapan Jung Soo.
“Tidak. Itu tidak benar. Ia tidak memanfaatkanku dan aku tidak merasa dimanfaatkan.” Jelas Jung Soo kemudian berlalu begitu saja. Hatinya perih. Sedikit banyak Soohyun telah menggoreskan luka sayat di hati Jung Soo. Bukan karena merasa dimanfaatkan,tetapi karena ia berpacaran dengan Eunhyuk. Soohyun yang dijaga baik baik selama ini oleh Jung Soo akhirnya benar-benar direbut oleh seorang Lee Hyuk Jae, Eunhyuk.
***
Hari ini Soohyun dan Eunhyuk kembali mengunjungi rumah Jung Soo meskipun mereka tahu apa yang akan eomma Jung Soo katakan kepada mereka. Jung Soo selalu tidak ada dirumah. Sudah seminggu sejak gosip itu menyebar. Ya, gosip Eunhyuk dan Soohyun pacaran, gosip Jung Soo yang hanya dimanfaatkan Soohyun, gosip Soohyun yang hanya ingin uang Eunhyuk. Eunhyuk, putra dari seorang pengusaha besar dan ahli waris satu-satunya perusahaan tersebut. Tentu saja akan menjadi gosip besar jika Eunhyuk berpacaran dengan Soohyun yang hanya mahasiswa biasa.
“Ahjumma. Benar Jung Soo tidak ada dirumah ? Dia tidak berbohong padaku bukan ? Dia sudah tidak kuliah seminggu ahjumma.” Rajuk Soohyun berharap eomma Jung Soo memberitahu yang sebenarnya. Jung Soo tidak kelihatan selama seminggu ini di kampus padahal eomma Jung Soo selalu mengatakan bahwa Jung Soo pergi kuliah setiap harinya. Bagaimana bisa ?
“Sudahlah. Jangan rayu eommaku terus. Kalo eomma ku bilang Jung Soo pergi ya berarti Jung Soo pergi.” Bentak In Young, kakak perempuan Jung Soo dengan wajah sinis pada Soohyun. Soohyun memang tidak terlalu dekat dengan In Young, tetapi Soohyun merasa hubungan mereka selama ini baik baik saja, ia juga terlihat senang Soohyun bersahabat dengan Jung Soo.
“In Young eonnie, aku mohon. Aku ingin bertemu dengan Jung Soo. Bisakah eonnie mengizinkanku bertemu dengannya ? Aku tahu Jung Soo ada didalam.” Ujar Soohyun dengan muka sedih. Sedangkan Eunhyuk hanya berdiri diam dibelakang Soohyun. Tidak mau mengatakan apa-apa yang bisa memperkeruh suasana.
“Tidak bisa. Kalaupun bisa, Jung Soo juga pasti tidak mau bertemu denganmu.” Balas In Young keras. Eomma sudah mendorong In Young masuk kedalam, tidak ingin suasana rumahnya menjadi kacau, tetapi apa daya, kekuatan orang tua kalah dengan anak muda. “Sana, ajak pacarmu itu pergi. Dan jangan kembali lagi. Anggap kau tidak pernah mengenal Jung Soo.” Teriak In Young pada Eunhyuk. Eunhyuk menghela nafas panjang dan menyentuh pundak Soohyun. Berharap Soohyun mau mendengarkannya dan pergi dari tempat itu. Soohyun menghempaskan tangan Eunhyuk dari pundaknya. Kembali berteriak sebelum pintu rumah itu tertutup.
“Aku mohon, sekali saja aku ingin bertemu dengan Jung Soo. Tidak perlu lama-lama, hanya lima menit dan itu cukup. Aku akan berlutut pada eonnie jika eonnie mengizinkannya. Jebal, eonnie.” Soohyun mulai terisak pelan. Eunhyuk menggenggam telapak tangan Soohyun, dan memaksanya pergi. Pintu tertutup, tidak ada lagi kesempatan untuk Soohyun. Eunhyuk memaksa Soohyun masuk mobil dan segera melesat dari sana.
Diam-diam, Jung Soo memperhatikan mereka dari jendela kamarnya. Ia melihat semua kejadian itu. Tangisan Soohyun bergema di telinga Jung Soo, kembali teringat Soohyun kecil yang menangis di gang buntu. Ini adalah kali kedua Jung Soo mendengar suara tangisan Soohyun kembali. Tangisan yang membuat Jung Soo dan Soohyun bersahabat.
“In Young noona.” Ujar Jung Soo pelan masuk ke kamar noona nya. In Young yang sedang duduk menghadap jendela kamarnya segera berbalik. Sedikit kaget melihat penampilan Jung Soo yang sedikit berantakan. Pakaian yang terlipat sana sini serta rambut yang sudah tidak terbentuk lagi.
“Waeyo ? Noona sudah mengusirnya seperti permintaanmu bukan ?”jawab In Young.
“Aku hanya meminta noona menyuruhnya pergi, bukan mengusirnya dengan kejam seperti itu. Aku hanya belum mau bertemu dengannya noona, aku belum siap. Hatiku masih sakit.” Ujar Jung Soo menunduk.
“Arraseo Jung Soo-ah. Noona tersulut emosi melihat wajahnya. Mana wajah polos Soohyun yang sering kau ceritakan pada noona ? Noona tidak tahan melihatmu seperti ini hanya karena dia.”
“Sudahlah noona, aku juga sudah lelah seperti ini. Sudah seminggu aku tidak kuliah. Besok aku akan kembali kuliah. Antarkan aku sebelum kau berangkat kerja ya ?”
“Ne. Rapihkan penampilanmu. Kau sungguh jelek jika seperti ini. Kau tidak tampan lagi.” Ujar In Young meledek. Jung Soo tersenyum kecut mendengar penuturan eonnienya. Meskipun hanya senyum kecil, tetapi In Young senang Jung Soo bisa kembali tersenyum.
***
Matahari menampakkan sinarnya dari ufuk timur. Jung Soo segera bersiap. Ia memakai pakaian casual seperti biasa. Kaus putih di lapisi kemeja bermotif kotak-kotak berwarna biru muda serta celana jins. In Young sudah mengetuk pintu kamar Jung Soo beberapa kali menyuruhnya untuk bergerak lebih cepat. Atau tidak mereka berdua akan sama-sama terlambat. Mobil silver In Young segera melesat cepat dari garasi rumah. Membelah jalanan kota Seoul yang sedikit ramai. Meskipun ramai, tetap saja In Young tidak menurunkan kecepatan moil yang dikendarainya. Sadar bahwa waktu sudah tidak memungkinkan untuk menurunkan kecepatan mobil.
Jung Soo segera turun dari mobil dan In Young juga segera pergi. Jung Soo tersenyum melihat gedung kampus yang sudah seminggu tidak di kunjunginya ini. Kedua matanya menangkap Soohyun sedang berjalan sendirian dan berwajah sedih. Sepertinya Jung Soo tahu apa yang terjadi pada Soohyun. Jung Soo berjalan pergi berpura-pura tidak melihat Soohyun.
“Jung Soo!” teriak seseorang yang Jung Soo yakini itu Soohyun. Tanpa menoleh Jung Soo berlari meninggalkan Soohyun. Tanpa menyangka bahwa Soohyun akan ikut berlari mengejar dirinya.
“Kenapa kau seperti ini Jung Soo-ah. Sungguh, aku minta maaf jika aku sudah membuatmu kecewa.” Ujar Soohyun berteriak, berlari mengejar Jung Soo.
“Aku minta maaf jika aku sudah menyeretmu dalam hubunganku dengan Eunhyuk. Aku minta maaf karena kau ikut digunjingkan orang.”
“Apa kau menghindariku karena aku tidak memberitahumu hubunganku dengan Eunhyuk ? Aku minta maaf Jung Soo-ah. Aku tidak menemukan waktu yang tepat untuk membicarakannya.”
“Apa kau ingin terus menghindar ?! Jika kau melakukan itu, apa kau berfikir bahwa masalahnya akan selesai ?!” teriak Soohyun keras lalu berhenti berlari, nafasnya tersengal-sengal. Ia jongkok ditengah jalan itu, tidak peduli dia berada dimana, yang ia pikir hanya satu, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Tidak menyadari sebuah truk besar siap-siap menghantamnya dari samping.
Jung Soo berhenti berlari dan berbalik mendengar teriakan Soohyun yang terakhir. Ia sedikit tekejut pada Soohyun yang berani berbicara seperti itu kepadanya. Jujur, Jung Soo sedikit tersinggung. Perkataan itu membuat Jung Soo merasa bahwa ia lelaki pecundang.
Truk besar itu melaju cepat. Jung Soo terpaku melihat Soohyun yang masih jongkok di tengah jalan dengan truk yang melaju cepat di jalan itu. Decitan rem terdengar jelas. Roda yang dipaksa untuk berhenti. Debu-debu jalanan bertebaran di sekitar truk besar itu. Jung Soo terdiam, otaknya lambat bekerja. Hingga ia kembali tersadar, bahwa Soohyun masih disana, nyawanya terancam.
“SOOHYUN !!”
-To Be Continued-
Hayo gimana?? ^^
PROFILE MEMBER U-KISS
Nah!! saya datang membawakan profile member U-Kiss ^^
CEKIDOT!!


Alexander [알렉산더] Lee Eusebio
Posisi : Main Rapper
Tanggal Lahir : 29 July 1988
Tinggi : 182cm / Berat: 63kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : O
Hobi : dengar musik, nonton film, fotografi
Keahlian : dapat berbicara dalam 7 bahasa
Fakta Unik : Dibesarkan di Hongkong dan Macau, tamat di salah satu sekolah di U.S, punya kakak perempuan.
Shin Soo Hyun [신수현]
Posis : Leader (semenjak album ke5), Lead Vocalist
Tanggal Lahir :11 Maret 1989
Tinggi : 181cm / Berat: 67kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : A
Hobi : dengar musik, berolahraga, bermain komputer
Keahlian : R&B, Dance, Piano, Sepak Bola
Fakta Unik : Mantan trainer di Good Entertainment dan JYPE, dekat dengan beberapa member 2PM dan 2AM, memiliki kakak perempuan dan adik perempuan.
Kim Ki Bum [김기범]
Posisi : Vocalist
Tanggal Lahir : 29 Desember 1990
Tinggi : 180cm / Berat: 65kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : O
Hobi : dengar musik, berenang, membaca
Keahlian : menyusun lagu, poppin’ dance, piano, akting, bahasa Jepang
Fakta Unik : Mantan member XING, adik dari Kim Hyung Joon SS501, unofficial leader.
Lee Ki Seop [이기섭]
Posisi : Vocalist
Tanggal Lahir : 17 Januari 1991
Tinggi : 180cm / Berat: 60kg
Agama : Buddha
Gol. Darah : A
Hobi : dengar musik, fotografi
Keahlian : poppin’ dance, beatboxing, taekwondo
Fakta Unik : Sebelum debut sempat tampil di PKL’s Wonderful Outing bersama SNSD dan muncul di MV Not Young-nya U-Kiss.

Eli [김경재] Kim Kyoung Jae
Posisi : Main Rapper
Tanggal Lahir : 13 Maret 1991
Tinggi : 180cm / Berat: 70kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : O
Hobi : dengar musik, nonton film, bermain komputer
Keahlian : kung fu, taekwondo, bisa berbahasa Inggris dan Mandarin
Fakta Unik : Lahir di L.A lalu pindah ke Washington D.C, belajar kung fu dan taekwondo selama 12 tahun, punya kakak dan adik perempuan, fans berat Yoon Eun Hye.

Kevin [우성현] Woo Sung Hyun
Posisi : Main Vocalist
TanggalLahir : 25 November 1991
Tinggi : 181cm / Berat: 56kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : O
Hobi : composing, dengar musik, membaca
Keahlian : dapat memainkan gitar dan piano, poppin’ dance, menyanyi, fasih berbahasa Inggris
Fakta Unik : Pernah tinggal di California, mantan member XING, memiliki seorang kakak perempuan bernama “Deeana”.

Shin Dong Ho [신동호]
Posisi : Vocalist, Lead Dancer, Rapper
Tanggal Lahir : 29 Juni 1994
Tinggi : 178cm / Berat: 60kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : B
Hobi : dengar musik, main golf
Keahlian : sepak bola, golf, fasih Mandarin, bisa memainkan alat musik drum
Fakta Unik : Lama tinggal di China, anggota termuda di U-Kiss, warna kesukaan Dongho adalah pink.
Kim Jae Seop [이기섭]
Posisi : Rapper
Tanggal Lahir : 4 Juni 1991
Tinggi : 181cm / Berat: 61kg
Agama : Buddha
Gol. Darah : A
Hobi : Computer game, travel
Keahlian : bahasa inggris
Fakta Unik : maknae Paran, sunbae dan satu agensi dengan U-Kiss, netizen mempertanyakan nama yang akan digunakannya karena Kikwang B2ST juga pernah debut dengan nama AJ.
Yeo Hoon Min [여훈민]
Posisi : Vocalist
Tanggal Lahir : 16 Agustus 1991
Tinggi : 180cm / Berat: 65kg
Gol. Darah : O
Hobi : dengar musik, nonton film, bermain komputer
Keahlian : taekwondo, snowboarding, wakeboarding, basketball
Fakta Unik : dulunya debut sebagai penyanyi solo dan bahkan sudah mengeluarkan mini album, ikut berakting dalam Athena: Goddess of war, banyak yang mengatakan dia terlalu “balladish” dengan style U-Kiss.
Nah, itu semua yang saya dapatkan ^^
Semoga kalian menkmatinya ^^
Sumber : Live Journal , All About Korea dan diedit seperlunya ^^
CEKIDOT!!
Alexander [알렉산더] Lee Eusebio
Posisi : Main Rapper
Tanggal Lahir : 29 July 1988
Tinggi : 182cm / Berat: 63kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : O
Hobi : dengar musik, nonton film, fotografi
Keahlian : dapat berbicara dalam 7 bahasa
Fakta Unik : Dibesarkan di Hongkong dan Macau, tamat di salah satu sekolah di U.S, punya kakak perempuan.
Posis : Leader (semenjak album ke5), Lead Vocalist
Tanggal Lahir :11 Maret 1989
Tinggi : 181cm / Berat: 67kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : A
Hobi : dengar musik, berolahraga, bermain komputer
Keahlian : R&B, Dance, Piano, Sepak Bola
Fakta Unik : Mantan trainer di Good Entertainment dan JYPE, dekat dengan beberapa member 2PM dan 2AM, memiliki kakak perempuan dan adik perempuan.
Posisi : Vocalist
Tanggal Lahir : 29 Desember 1990
Tinggi : 180cm / Berat: 65kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : O
Hobi : dengar musik, berenang, membaca
Keahlian : menyusun lagu, poppin’ dance, piano, akting, bahasa Jepang
Fakta Unik : Mantan member XING, adik dari Kim Hyung Joon SS501, unofficial leader.
Posisi : Vocalist
Tanggal Lahir : 17 Januari 1991
Tinggi : 180cm / Berat: 60kg
Agama : Buddha
Gol. Darah : A
Hobi : dengar musik, fotografi
Keahlian : poppin’ dance, beatboxing, taekwondo
Fakta Unik : Sebelum debut sempat tampil di PKL’s Wonderful Outing bersama SNSD dan muncul di MV Not Young-nya U-Kiss.
Eli [김경재] Kim Kyoung Jae
Posisi : Main Rapper
Tanggal Lahir : 13 Maret 1991
Tinggi : 180cm / Berat: 70kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : O
Hobi : dengar musik, nonton film, bermain komputer
Keahlian : kung fu, taekwondo, bisa berbahasa Inggris dan Mandarin
Fakta Unik : Lahir di L.A lalu pindah ke Washington D.C, belajar kung fu dan taekwondo selama 12 tahun, punya kakak dan adik perempuan, fans berat Yoon Eun Hye.
Kevin [우성현] Woo Sung Hyun
Posisi : Main Vocalist
TanggalLahir : 25 November 1991
Tinggi : 181cm / Berat: 56kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : O
Hobi : composing, dengar musik, membaca
Keahlian : dapat memainkan gitar dan piano, poppin’ dance, menyanyi, fasih berbahasa Inggris
Fakta Unik : Pernah tinggal di California, mantan member XING, memiliki seorang kakak perempuan bernama “Deeana”.
Shin Dong Ho [신동호]
Posisi : Vocalist, Lead Dancer, Rapper
Tanggal Lahir : 29 Juni 1994
Tinggi : 178cm / Berat: 60kg
Agama : Kristen
Gol. Darah : B
Hobi : dengar musik, main golf
Keahlian : sepak bola, golf, fasih Mandarin, bisa memainkan alat musik drum
Fakta Unik : Lama tinggal di China, anggota termuda di U-Kiss, warna kesukaan Dongho adalah pink.
Kim Jae Seop [이기섭]
Posisi : Rapper
Tanggal Lahir : 4 Juni 1991
Tinggi : 181cm / Berat: 61kg
Agama : Buddha
Gol. Darah : A
Hobi : Computer game, travel
Keahlian : bahasa inggris
Fakta Unik : maknae Paran, sunbae dan satu agensi dengan U-Kiss, netizen mempertanyakan nama yang akan digunakannya karena Kikwang B2ST juga pernah debut dengan nama AJ.
Yeo Hoon Min [여훈민]
Posisi : Vocalist
Tanggal Lahir : 16 Agustus 1991
Tinggi : 180cm / Berat: 65kg
Gol. Darah : O
Hobi : dengar musik, nonton film, bermain komputer
Keahlian : taekwondo, snowboarding, wakeboarding, basketball
Fakta Unik : dulunya debut sebagai penyanyi solo dan bahkan sudah mengeluarkan mini album, ikut berakting dalam Athena: Goddess of war, banyak yang mengatakan dia terlalu “balladish” dengan style U-Kiss.
Nah, itu semua yang saya dapatkan ^^
Semoga kalian menkmatinya ^^
Sumber : Live Journal , All About Korea dan diedit seperlunya ^^
Senin, 01 Oktober 2012
CLIENT SERVER (Tugas Komputer)
CLIENT SERVER
Komponen clien dijalankan pada sebuah workstation. Pemakai workstation memasukkan data dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu, kemudian mengirimkannya ke komponen server, umumnya berupa permintaan layanan tetentu yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima permintaan layanan tersebut dan langsung memrosesnya serta mengembalikan hasil pemrosesaan kepada client. Client pn menerima informasi hasil pemrosesan data tadi menampilkannya kepada pemakai dengan menggunakan aplikasi yang digunakan oleh pemakai. Sebuah contoh dari aplikasi client- sever sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP). Skript ASP akan dijalankan didalam web server (Apache atau internet informasi Services), sementara script yang berjalan dipihak client akan dijalankan oleh web browser pada komputer client (Workstation).
1. ASP
2. PHP
3. JAVASCRIPT
4. CSS
Client- Server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya. Server biasanya terhubung dengan client melalui kabel UTP dan sebuah kartu jaringan
(netwirk card).
Kartu jaringan ini biasanya berupa katu PCI atau ISA. Dalam teknologi informasi, client- server merujuk kepada cara menditribusikan aplikasi ke pihak client dan pihak server. Dalam model client- server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah (tetapi masih dalam sebuah kesatuan) yakni komponen client dan komponen server.
Komponen clien dijalankan pada sebuah workstation. Pemakai workstation memasukkan data dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu, kemudian mengirimkannya ke komponen server, umumnya berupa permintaan layanan tetentu yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima permintaan layanan tersebut dan langsung memrosesnya serta mengembalikan hasil pemrosesaan kepada client. Client pn menerima informasi hasil pemrosesan data tadi menampilkannya kepada pemakai dengan menggunakan aplikasi yang digunakan oleh pemakai. Sebuah contoh dari aplikasi client- sever sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP). Skript ASP akan dijalankan didalam web server (Apache atau internet informasi Services), sementara script yang berjalan dipihak client akan dijalankan oleh web browser pada komputer client (Workstation).
1. ASP
2. PHP
3. JAVASCRIPT
4. CSS
Kamis, 20 September 2012
LOVE STORY SERIES (CAFÉ OF LOVE) [Part 2]
Cast: Kim Joongwon (Yesung)
Choi Yeonjin (Winda Lie)
~Handel & Gretel~ ~Yesung’s Pov~
Huft.. Sungguh membosankan.. “Annyeong!!!” Seru seorang yeoja. Aku tak mempedulikannya. “Hyung..” Panggil Jongjin yang hari ini membantuku. Pandangannya tetap kedepan. “Aish.. Wae??” Tanyaku malas. “Itu..” Katanya dan menunjuk kearah depan pintu masuk. Aku menoleh malas. Aigo!!!! Yeonjin!! Memakai dress biru muda. Neomu Yeoppo. “Yeonjin-ah.. Wae?? Kenapa datang?” Tanyaku. “Aish.. Jadi oppa gak mau aku datang??” Tanyanya dengan wajah cemberut. “Bukannya begitu.. Kan semalam kamu bilang tidak akan datang. Duduk dulu.. Ceritakan padaku.” Kataku dan menuntunnya duduk. “Begini.. Tadi appa menjodohkanku dengan putra keluarga Kim. Aku tidak mau oppa.. Aku harus bagaimana??” Katanya frustasi dan sedikit mengacak-acak rambutnya. Aku hanya diam. “Oppa.. Kenapa diam??” Tanyanya. Aish.. AKu bingung harus menjawab apa.. Menyatakan perasaanku?? Tapi nanti.. Aish.. Daripada Yeonjin menjadi milik orang lain, aku nyatakan saja. Aku akan berusaha membujuk appanya. “Eum.. Yeonjin-ah..” Kataku pelan dan memegang tangannya. Dia menatapku bingung dan mukanya memerah. “W-wae??” Tanyanya terputus-putus. “Saranghae..” Kataku pelan dan mengecup punggung tangannya. Dia hanya diam dan menunduk. “Mianhae.. Aku hanya menyatakan perasaanku saja. Aku atu kamu menolak.” Kataku melepas tangannya dan hendak pergi. Tapi.. Dia menahan tanganku. Wajahnya yang memerah itu menatapku. Kami hanya diam. “A-aku juga mencintaimu oppa.. Nado saranghae.” Katanya dan menunduk kembali. Nado saranghae?? Dia mencintaiku?? YES!! “Jinjja??” Tanyaku. Dia mengangguk dan masih menunduk. Perlahan aku mengangkat wajahnya. Menyuruhnya menatapku. Tapi dia tidak juga menatapku. "Tatap aku. Yeonjin-ah.” Akhirnya dia menatapku. Aku mengelus wajahnya. “Pulanglah.” Kataku pelan. Dia terlihat terkejut. “W-wae??” Tanyanya. “Biar appamu tidak curiga. Lagian kamu tak akan bisa bekerja kalo pakai gaun begini. Dirumah pikirlah masa depanmu dan cara agar perjodohan itu dibatalkan. Aku juga akan memikirkannya.” Kataku. Dia pun mengangguk. “Ne.. Annyeong.” Katanya beranjak dari sofa yang dia duduki. “Annyeong. Besok datanglah. Tapi tidak udah bekerja.” Kataku. Dia kembali mengangguk dan keluar dari Handel.
~Yeonjin’s Pov~
HWA!! Mimpi apa aku semalam?!! Yesung oppa menyatakan perasaannya padaku!! Aku tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi. “Aggasshi, kita langsung pulang??” Tanya supir. Aku mengangguk semangat.
~Home~
Aku pun memasuki rumah dengan hati-hati. Untungnya rumah ini kosong dan hanya ada beberapa pelayan. Aku segera menuju kamarku. “Choi Yeonjin.” Panggil sebuah suara berat dari belakangku menghentikanku yang berniat membuka pintu kamarku. Aku pun segera berbalik. “Appa..” Panggilku pelan dan menggaruk kepala bagian belakangku yang tidak gatal. “Ikut appa.” Kata appa dan berjalan duluan ke ruang keluarga. Aku menyusul appa dengan lemas. Mati aku!! “Wae appa??” Tanyaku saat sudah sampai di ruang keluarga. “Kenapa tadi kamu pergi begitu saja dan kamu pergi kemana??” Tanya appa dan menatapku tajam. “Haiz.. Appa, aku tidak suka dijodohkan apalagi dengan putra keluarga Kim itu. Tadi aku ke rumah Soohyun.” Jawabku malas. “Jinjja?? Tapi itu sudah kesepakatan kedua belah pihak. Suka tidak suka kamu harus menikah dengan putra keluarga Kim. Lagian setelah kamu terbiasa nanti pasti kamu menyukainya. Dan appa lihat kalian sangat akrab padahal baru pertama kali bertemu.” Kata appa. “Aish.. Pokoknya tidak mau!! Aku sudah punya appa!!” Setelah mengucapkan kata-kata itu, reflek aku langsung membungkam mulutku. Jinjja paboya!! Appa menatapku seakan meminta penjelasan. “Aish.. Begini appa.. Bukannya aku sudah punya. Aku tidak mau. Kalau dengan perjodohan untuk apa aku hidup?? Aku seperti boneka yang dikendalikan dan aku juga harus hidup tanpa cinta. Aku tidak mau appa. Mengertilah.” Kataku. Appa hanya diam. “Kembalilah ke kamarku.” Kata appa. Aku hanya mengangguk. Mungkin appa butuh waktu untuk berpikir. Semoga saja keputusannya itu seperti yang aku harapkan.
~My Room~
“HWA!!” Reflek aku berteriak karena terkejut. Oppaku berbaring di kasurku sambil mendengar lagu dari MP3nya. “Huh!! Mengagetkanku saja!!” Kata oppa. “Oppa yang bikin aku kaget!! HUH!!” Seruku dan merebahkan diri disebelah oppa. “Bagaimana persidangannya??” Tanya oppa. “Persidangan??” Tanyaku heran. “Ne.. Appa bilang apa??” Tanyanya. “Oh.. Kupikir apa. Appa bilang aku harus menikah dengan Kibum. Oppa tau kian dulunya Kibum itu mantan namjachiguku. Yang membuatku sakit hati. Masa aku harus menikah dengannya?? Lagian tadi Yesung oppa menyatakan perasaannya padaku. Aku bingung.” Kataku. “Mwo?? Yesung menyatakan perasaannya padamu??” Tanya oppa tidak percaya. Aku mengangguk dan memandang langit-langit kamarku. “Chukkhae!! Masalahnya perjodohan itu. Oppa akan membantumu mencari cara.” Kata oppa. “Gomawo oppa!! Tapi jangan terlalu pikirkan masalahku. Aku dan Yesung oppa juga memikirkan caranya. Oppa juga harus mencari pendamping.” Kataku dan memeluk lengannya. “Aish.. Aku tidak mau memikirkan itu. Sampai sekarang tidak ada yeoja yang menarik perhatianku.” Kata oppa. Aku mengangguk mengerti. Oppa memang suka fokus ke pekerjaannya dan menemaniku. “Sudah ya. Aku kembali ke kamar dulu.” Kata oppa. Aku mengangguk. Huft.. Beratnya hidup!!
~Skip Time~ ~Tomorrow~
Setelah selesai bersiap, aku langsung pergi menuju Handel. Sebelum pergi, aku berpamitan kepada kepala pelayan dan bilang aku ke rumah Hyera eonnie.
~Handel & Gretel~
“Annyeong!!” Sapaku saat sampai. “Annyeong.” Sapa Jongjin oppa. “Mana Yesung oppa??” Tanyaku. “Dia pulang sebentar mengambil sesuatu.” Jawab Jongjin oppa. Aku hanya mengangguk dan duduk disebuah meja dekat jendela. “Annyeong Yeonjin-ah.” Sapa seseorang dan duduk didepanku. KIM KIBUM?!! Ngapain dia datang?? “Eum.. Annyeong.” Sapaku canggung. “Bolehkah aku duduk??” Tanyanya. Aku hanya mengangguk dan memandang keluar jedela. Kami pun memesan minuman masing-masing. “Kenapa kamu kesini?” Tanyanya. “Hm?? Ani.. Cuma jalan-jalan.” Jawabku. Untung saja hari ini aku tidak bekerja. “Oh..” Dia merespon singkat. “Kamu??” Tanyaku padanya. “Sama. Tadi aku jalan-jalan disekitar sini dan melihatmu ada disini.” Katanya. Aigoo!! Jinjja paboya!! Kenapa aku duduk didekat jendela?? Aish.. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia pun mengangkatnya. “Aish.. Ne.” Katanya dan memutuskan sambungan telefonnya. “Yeonjin, aku harus pergi. Mianhae tidak bisa menemanimu. Annyeong!” Katanya dan keluar dari Handel. Siapa juga yang menyuruhnya datang menemaniku?? Dia tidak ada lebh baik. Gantian Yesung oppa yang duduk didepanku. “Itu namja yang akan dijodohkan denganmu?” Tanya Yesung oppa. Aku hanya mengangguk. “Tipe orang yang tidak mudah dibodohi. Kita juga harus hati-hati padanya.” Kata Yesung oppa. “Ne. Dulu dia mantan namjachiguku. Jadi aku tau bagaimana sifatnya.” Kataku. Yesung oppa hanya diam. “Dan oppa, aku harap oppa berhati-hati jika bertemu dengannya. Dia akan melakukan apapun asal mendapatkan apa yang dia mau.” Kataku. Yesung oppa hanya mengangguk. “Oppa sudah punya cara??” Tanyaku. “Menurutku kita harus membicarakannya dengan appamu. Aku sudah mempersiapkan semuanya. Kalau kita berhubungan diam-diam dan pada akhirnya ketahuan itu resikonya lebih besar.” Jelas Yesung oppa. “Tapi kan.” “Gwaenchana. Percaya padaku. Aku akan usahakan semuanya.” Yesung oppa memotong kata-kataku dan mengelus kepalaku. Membuatku tenang. Akhirnya aku mengangguk. “Lusa aku akan datang kerumahmu dan membicarakannya ke appamu.” Katanya lagi. “Oppa yakin??” Tanyaku. Yesung oppa mengangguk yakin dan tersenyum lembut. Aku pun membalas senyumannya. “Gomawo.” Kataku pelan.
~Author’s Pov~ ~Mr. Choi’s Side~
BRAK!!! Mr. Choi menggebrak mejanya dengan penuh amarah. “Jadi selama ini Yeonjin bekerja disana??” Tanya Mr. Choi. Pegawai yang memberikan info itu mengangguk. Mr. Choi menyeringai seram.
~Yeonjin’s Pov~ ~My Room~
Huah.. Bosannya. Sangat mendebarkan rasanya. 2 hari lagi. Entah apa yang akan terjadi nantinya. “Saengie..” Panggil seseorang dan duduk di kasurku. “Ne oppa?? Wae??” Tanyaku. “Bagaimana?? Apa yang Yesung bilang padamu??” Tanya oppa. Apa aku harus kasih tau?? Kasih tau aja deh. “Kata Yesung oppa dia akan bicara pada appa. 2 hari lagi.” Kataku. “Jinjja?!! Aish.. Kalian ini.. Terlalu berani.” Kata oppa. “Tapi bagaimanapun appa itu salah. Aku tidak sengsara jika sama Yesung oppa. Malah bahagia sekali meskipun Yesung oppa bukan pengusaha besar.” Kataku dan menatap oppaku. “Ne.. Aku tau. Tapi kalian juga tidak boleh sembarangan menentang kemauan appa. Appa bisa melakukan apa saja.” Kata oppa dan mengelus kepalaku. “Aish.. Otthokhae?? Aku bingung sekali.” Kataku dan menunduk. Huft.. “Jangan terlalu cepat bertindak. Pikirkan baik-baik. Pasti ada jalan lain.” Kata oppa. Aku hanya mengangguk. “Oppa juga akan membantumu jika oppa mampu.” Kata oppa. “Gomawo oppa.” Kataku dan memeluknya.
~Skip Time~ ~Tomorrow~ ~Yesung’s Pov~
Dengan semangat aku segera menuju Handel. Tapi.. Apa yang terjadi!! Handel.. Kacau balau. Kaca yang pecah dan dalam yang berantakan. Siapa yang berbuat semua ini!! Keterlaluan!! “Oppa??” Panggil sebuah suara. Aku pun menoleh. Yeonjin.. “Oppa, apa yang terjadi??” Tanya Yeonjin dan melihat keadaan Handel. “Mollayo.. Aish!! Keterlaluan!!” Seruku. “Jangan-jangan..” Kata Yeonjin terputus. “Wae?” Tanyaku. “Appa yang melakukan ini semua!! Pasti!!” Seru Yeonjin. Yeonjin segera menelepon seseorang. “Yeobseyo, oppa, appa ada dirumah atau dikantor??” Tanyanya dan terdiam sebentar. “Ne.. Arraseo.” Katanya dan memutuskan sambungan teleponnya. “Oppa, kita harus pergi dari sini!!” Serunya. “Wae??” Tanyaku heran. “Pokoknya kita harus pergi ke suatu tempat.” Katanya l;agi. “Ne. Ya sudah. Ke rumahku dulu.” Kataku dan menariknya masuk ke dalam mobil.
~My Home~
“Annyeong eomma.” Sapaku. “Annyeong. Wae?? Kenapa kembali??” Tanya eomma dan menatap Yeonjin sebentar lalu tersenyum. “Annyeong ahjumma.” Sapa Yeonjin dan tersenyum kecil. “Annyeong.” Sapa eomma. “Nugu???” tanya eomma. “Ah, Naneun Choi Yeonjin imnida.” Kata Yeonjin dan sedikit menunduk. “Nae yeojachigu.” Sambungku. Kulihat wajah Yeonjin sedikit memerah. Eomma tersenyum kecil. “Duduklah dulu.” Kata eomma. Aku dan Yeonjin pun duduk menghadap eomma. “Eomma, ada yang menghancurkan Handel.” Kataku pelan. “Mworago?!! Kenapa bisa??” Tanya eomma. “Mollayo.. Saat aku kesana sudah seperti itu.” Kataku. “Mianhae ahjumma. Sepertinya itu gara-gara aku.” Kata Yeonjin pelan. “Apa maksudmu Yeonjin-ah, jangan menyalahkan dirimu.” Kataku. “Apa maksud kalian?” Tanya eomma. Aku pun menjelaskan semuanya. “Ternyata begitu. Bukan salahmu Yeonjin-ah. Gwaenchana. Nanti kita perbaiki sama-sama. Eomma senang jika kalian saling mencintai. Kami akan mendukung.” Kata eomma. “Gomawo ahjumma. Jeongmal gomawo.” Kata Yeonjin dan membungkuk. “Ne. Cheonma.” Kata eomma dan tersenyum lembut. “Eomma, bolehkah aku menginap beberapa hari di rumah kita yang 1 lagi??” Tanyaku. Takutnya dirumah ini nanti tidak aman. “Untuk apa??” Tanya eomma. “Cuma berjaga-jaga. Nanti jika ada orang yang mencariku bilang saja aku pergi ke luar kota.” Kataku pada eomma. “Ya sudah. Jangan berbuat macam-macam.” Kata eomma dan memberikan kunci rumah itu. “Gomawo eomma. Sepertinya aku pergi selama beberapa hari.” Kataku. “Ne. Bereskan dulu bajumu.” Kata eomma. Aku mengangguk. “Ayo Yeonjin-ah.” Kataku dan menariknya menuju kamarku.
~My Room~
Aku segera mengemas beberapa baju dan celanaku. Sekalian piyama. Daritadi Yeonjin hanya diam dan terus memandangi kamarku. Kamar yang bisa dibilang rapi untuk ukuran seorang namja. “Wae Yeonjin-ah??” Tanyaku. Dia memandangiku sebentar. “Kamar ini sangat membuatku nyaman. Dan aku suka sekali dengan stylenya.” Katanya dan tersenyum. “Jinjja?? Nanti kamar kita aku buat seperti ini.” Kataku. Mukanya memerah. “Jangan pikirkan terlalu jauh.” Katanya dan menunduk. Aku mengangkat wajahnya. “Kamu percaya kan padaku?? Aku akan berjuang demimu.” Kataku dan mengecup keningnya. Dia mengangguk dan memelukku. “Sudahlah chagi. Ayo.” Kataku dan membawanya keluar. Kami pun segera pergi. “Annyeong.” Sapa seseorang. Lho?? Bukannya oppanya Yeonjin?? “Oppa??” Kata Yeonjin heran. “Oppa datang bawa perlengkapanmu. Ini.” Kata oppanya dan menyerahkan 1 koper besar. Aku pun segera mengambilnya dan memasukannya ke mobil. “Gomawo oppa. Aku pergi beberapa hari.” Kata Yeonjin pada oppanya. Oppanya hanya mengangguk. “Hyung bisa cari kami di rumah yang agak jauh dari pusat Seoul. Sementara kami disana.” Kataku. Oppanya mengangguk. “Ne. Sudahlah. Aku harus pergi. Nanti oppa ketahuan. Annyeong. Oh iya. Tolong jaga dongsaengku.” Kata oppanya. Aku hanya mengangguk.
~Skip Time~ ~Other Home~
Akhirnya sampai juga. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam lewat. Kulihat Yeonjin tertidur dengan nyenyaknya. Mungkin dia lelah karena mengingat perjalanan kesini sangat lama. Perlahan kuelus kepalanya dan mengecup keningnya. Aku pun mengendongnya kedalam rumah. Menidurkannya dikamar yang hanya ada tempat tidur dan lemari saja. Setelah itu aku membawa barang bawaan kami. “Oppa..” Panggil seseorang saat aku merapikan barang-barangku. “Yeonjin-ah, sudah bangun??” Tanyaku. Dia mengangguk dan mengucek matanya. Kyeopta!! “Oppa, aku lapar..” Kata Yeonjin. “Ya sudah. Ayo kita masak. Tadi pagi Lee ahjumma baru membeli persediaan makanan disini.” Kataku. Yeonjin mengangguk. Kami masak bersama dan makan bersama. Seperti pasangan baru menikah. Tapi aku yakin suatu saat pasti bisa seperti ini lagi.
~Skip Time~ ~2 days later~ ~Yeonjin’s Pov~
Hua!! 2 hari yang sangat menyenangkan!! Rasanya aku benar-benar tidak mau pulang lagi. Tapi aku juga rindu pada oppa. Apa aku telepon aja ya?? Aku berusaha menghubungi oppa. Tetapi kenapa tidak bisa?? Haiz.. Tok Tok Tok!! Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Apa itu Yesung oppa?? Tadi dia pergi untuk membeli sesuatu. Aku segera membuka pintu. MWO?!! “Kim.. Kibum.. Kenapa kamu datang?? Dan kenapa kamu bisa tau aku disini??” Tanyaku terkejut. “Aigoo chagi.. Aku ini namja yang jenius. Akan kupikirkan cara apapun untuk mencari dan mendapatkanmu. Dan tetntu saja aku datang kesini untuk menjemputmu pulang.” Kata Kibum dan menarik tanganku. “Aish!! Berhenti mengganggu hidupku!! Pergilah!! Aku tidak mau ikut denganmu!!” Seruku dan menghempaskan tangannya kuat-kuat. “Kmau berani membantahku hanya karena namja lemah itu??” Kata Kibum meremehkan dan menatap ke suatu arah dengan pandangan mengejek. Aku ikut menatap arah yang sama dengan Kibum. YESUNG OPPA!! “Dasar namja tak punya perasaan!!!! Jangan libatkan masalah kita dengan Yesung oppa!! Yesung oppa tidak salah!!!” Seruku. Kurasakan air mataku mengalir sudah melihat keadaan Yesung oppa yang tidak sadarkan diri itu. “Choi Yeonjin.” Panggil sebuah suara. Aku menoleh ke sumber suara. Dan aku tau itu siapa. “Wae appa?? Appa belum cukup menghancurkan kebahagiaanku?? BUNUH SAJA AKU!!!” Seruku sambil menangis. Kesabaranku habis sudah. “Kerja bagus Kibum.” Kata appa. Eh?? Apa maksudnya?? “Apa maksud kalian??” Tanyaku dan menghapus air mataku. Kibum tertawa aneh. Dan appa?? Dia hanya diam. “Jawab aku!!” Seruku. “Kibum, beritahu dia.” Kata appa. Aku menatap Kibum. Meminta penjelasan. “Sebenarnya ini rencana appamu. Dia tidak bermaksud menyiksamu. Hanya ingin membuktikan jika kamu memang mencintai namja itu.” Kata Kibum. Mwo?? Jadi mereka hanya mengujiku?? Sungguh keterlaluan!! “Sebenarnya appa sudah tau kamu bekerja disana dan menyukai namja itu. Dan appa hanya ingin mengujimu. Sebenarnya kamu benar-benar mencintainya atau tidak. Dan hasilnya cukup memuaskan. Kamu rela pergi dengannya dan menentang appa waktu itu.” Kata appa. “Kalian sungguh keterlaluan tau!!! Kalian apakan Yesung oppa??” Tanyaku. “Cuma membiusnya kok.” Jawab Kibum. “Jahat!!!” Aku memukul Kibum. “Hehehe Mian. Ini appamu yang suruh. Tapi aku benar-benar masih mencintaimu lo.” Kata Kibum. “Salahmu!! Kalau dulu kamu tidak meninggalkanku aku pasti masih mencintaimu!! Penyesalan datang terlambat Kim Kibum!!” Kataku. “Sudah-sudah. Bicaranya dirumah saja. Ayo pulang.” Kata appa. Aku hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil.
~My Home~
Aku menyuruh Kibum membawa Yesung oppa ke kamarku dan merebahkannya dikasurku. Mengelus pelan kepalanya. “Eung..” Erangnya pelan. “Oppa..” Panggilku pelan. Perlahan dia membuka matanya. “Yeonjin?? Eoddie?” Tanyanya dan memandang kamarku heran. “Dirumahku oppa.” Jawabku. “Wae?? Kenapa bisa disini??” Tanyanya. Aku pun menceritakan semuanya. “Jadi, selama ini hanya menguji kita??” Tanya Yesung oppa. Aku mengangguk semangat. Yesung oppa langsung memelukku. “Jadi, kita dapat bersatu??” Tanya Yesung oppa. Aku mengangguk lagi. “SARANGHAE CHOI YEONJIN!!” Teriak Yesung oppa didalam kamarku. “NADO OPPA!!” Teriakku juga. Hari yang sangat bahagia!!!!!!!!!!
END!!!
~Diluar kamar~
Siwon (Oppanya Yeonjin): Ckckckck Kapan aku bisa begini?? *Meratapi nasib*
Annyeong!!!!!!!
Sudah lama saya tak membawakan FF.
Ada yang rindu?? *Dilempar sandal*
RCL please..
mian kalo kurang memuaskan..
LOVE STORY SERIES (CAFÉ OF LOVE) [Part 1]
Cast: Kim Joongwon (Yesung)
Choi Yeonjin (Winda Lie)
~Yeonjin’s Pov~
Aku jalan menyelusuri jalanan Seoul yang sudah mulai ramai karena saatnya makan siang. Aku sedang menuju Handel & Gretel, tempatku bekerja. Bukannya aku kurang mampu atau apa.. Aku Cuma bosan kalau dirumah. Aku sudah tamat sekolah dan kuliah. Dan aku tidak ada pekerjaan. Menyuruhku bekerja diperusahaan appa?? Membosankan. Lagian oppaku sudah membantu disana. Aku bisa bekerja disana karena aku bertemu Yesung oppa saat aku, Hyera eonnie, Minjoo eonnie dan Soohyun datang ke Handel. Ne.. Kasir di Handel & Gretel sekaligus pemiliknya. Dan aku tertarik padanya. “Annyeong!!” Sapaku saat sudah sampai. “Annyeong!! Ayo bantu aku!! Ini sudah ramai.” Katanya. Aku hanya mengangguk dan mengambil beberapa buku menu dan menghampiri pelanggan yang baru datang.
~Skip Time~ ~Close Time~
“Hua.. Akhirnya!! Hari yang melelahkan.” Kata Yesung oppa. Aku tersenyum melihat tingkahnya. Sekarang sudah jam 9 malam. “Sudah selesai semua kan?? Aku pulang dulu ne??” Kataku. “Sebentar lagi saja. Aku akan mengantarmu pulang.” Katanya. Aku hanya mengangguk dan duduk disampingnya. “Wae??” Tanyaku. “Kamu sudah tau masalah Minjoo sama Hyukkie??” Tanyanya. Aku melihatnya dengan pandangan heran dan menggeleng. “Mereka putus.” Katanya. “Mwo?!!” Aku mendelik kaget. Dia mengangguk-angguk. “Masa?? Pasti oppa salah dengar.” Kataku. Dia menggeleng. “Ani.. Hyukkie yang cerita padaku dan aku melihatnya sendiri.” Katanya lagi. “Huft.. Biarlah.. Itu urusan mereka. Kita juga tidak boleh sembarangan ikut campur. Sudahlah aku mau pulang. Sudah lewat jam 9. Aku harus sampai dirumah sebelum jam 10.” Kataku. Dia mengangguk. “Ya sudah. Ayo.” Katanya.
~Car~
Dalam perjalanan kami hanya diam satu sama lain. “Yeonjin, appamu masih belum tau kamu bekerja di Handel??” Tanyanya tetap memfokuskan pandangannya ke depan. Aku hanya mengangguk. “Akhir-akhir ini appa sibuk jadi tidak terlalu memperhatikanku.” Kataku. “Jadi, siapa saja yang tau??” Tanyanya. “Hm.. Hanya teman-temanku dan oppaku saja.” Jawabku. Dia mengangguk. “Tapi kenapa beberapa hari ini kamu tidak masuk kerja??” Tanyanya lagi. “Appa sempat curiga karena aku sering keluar dan pulang malam sampai dia menyuruh orang mengintaiku.” Jawabku. “Sebaiknya kamu gak usah lagi bekerja. Lagian kenapa kamu mau bekerja di Handel?? Kamu kan kalau butuh apa-apa tinggal minta saja. Dan aku juga tidak menggajimu.” Kata Yesung oppa. “Aku bekerja disana karena menurutku itu sangat menyenangkan. Lagian aku juga bosan dirumah.” Jawabku. Dia hanya tersenyum. Tak lama kemudian, kami pun sampai di depan pagar rumahku. “Gomawo sudah mengantarku. Annyeong!!” Kataku dan langsung memasuki rumah. Hari ini pulang malam juga tidak apa-apa. Lagian appa tidak ada dirumah.
~Home~
“Ann..yeong” Aku terkejut melihat appa duduk di sofa ruang tamu. Aku langsung menunduk. “Kenapa pulangnya malam sekali??” Tanya appa curiga. “Aku.. Aku dari rumah Hyera eonnie.” Kataku. “Jinjja?? Lalu siapa namja yang mengantarmu tadi??” Tanya appa lagi. Darimana appa tau kalau namja yang mengantarku pulang?? “Itu.. Aish pokoknya temanku dengan Hyera eonnie. Kebetulan Hyera eonnie tidak bisa mengantarku pulang. Jadi temannya itu yang mengantarku. Sudah ya appa. Aku mau istirahat dan mandi dulu. Annyeong!!” Kataku dan langsung naik ke lantai 2 menuju kamarku.
~My Room~
Huah.. Untung saja. “BA!!” Tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang. “Yak!! Ngapain oppa kekamarku?? Pakai acara kagetin segala.” Kataku dengan muka cemberut. “Wae saengie?? Kayaknya kamu lagi kesal.” Kata oppa. “Gara-gara oppa!! HUH!! Wae?? Ngapain oppa kesini??” Tanyaku. “Begini. Sepertinya Appa masih curiga. Sebaiknya kamu berhenti bekerja saja. Daripada nanti menjadi masalah besar. Kamu tau kan gimana kalau appa sudah marah.” Kata oppa. “Gwaenchana. Appa pasti tidak tau. Lagian apa salahnya sih??” Kataku dan memainkan telingan Bunny ku. “Ya salah donk. Appa pasti tidak mau kamu bekerja seperti itu. Dan sebaiknya kamu segera melupakan perasaanmu pada namja yang bernama Yesung itu. Appa bilang dia akan menjodohkanmu dengan anak keluarga Kim.” Kata oppa. MWO? Menjodohkanku?? Itu tidak boleh terjadi!! “Itu gak bakal terjadi oppa. Tenang saja. Sudahlah. Aku mau mandi.” Kataku. “Terserah deh mau percaya atau tidak. Yang penting aku sudah memberitahumu tentang hal ini.” Kata oppa dan keluar dari kamarku. Huft.. Biarlah. Aku yakin pasti itu akan batal. Aku pun mencari piyama dan segera mandi.
~Yesung’s Pov~
Aku melajukan mobilku menuju rumahku. Hari yang melelahkan. Tapi lelahku hilang saat melihat senyuman yeoja yang kucintai.. Choi Yeonjin. Sudah beberapa hari aku tidak melihat senyumannya. Aku ingin menyatakan perasaanku dan segera menikah dengannya. Eomma dan appa juga setuju. Terutama dongsaengku. Tapi.. Aku tidak yakin keluarganya juga bisa menerimaku. Memang sih bukannya aku tidak sanggup menghidupi Yeonjin. Masalahnya appanya. Aku pernah mendengar ceritanya tentang appanya. Menantu idaman appanya itu adalah seorang pengusaha di kantor. Dan itu saja aku sudah tidak bisa memenuhinya. Sesampainya dirumah, aku langsung memasukan mobilku kedalam garasi. “Annyeong eomma, appa, saengie.” Sapaku saat memasuki rumah. Mereka sedang makan malam rupanya. “Annyeong. Chagi, ayo makan. Kamu belum makan kan??” Tanya eomma. Aku hanya menggeleng. “Ayo makan.” Kata dongsaengku, Jongjin. Aku mengangguk dan duduk dimeja makan.
~Yeonjin’s Pov~
Hua.. Segarnya setelah mandi. Ddrrttt.. Ponselku bergetar tanda ada pesan masuk. Aku pun membacanya. Dari oppa??
From: Oppa
Yeonjin, appa menyuruhmu turun kebawah.
Isi pesan itu membuatku menjadi takut. Aku pun menurut dan segera turun ke bawah.
Kulihat appa sedang duduk bersandar dan membaca Koran. “Wae appa??” Tanyaku dan duduk disebelah kirinya. Sebelah kananya ada sebuah kotak besar. “Bawa ini kekamarmu dan pakailah besok. Appa akan membawamu ke suatu tempat.” Kata appa. Aku hanya mengangguk dan kembali ke kamarku. Apa-apaan sih?? Aku pun membuka kotak itu. Isinya sebuah dress biru muda dan juga high heels yang senada. Aish.. Untuk apa sih?? Aish.. Sebaiknya aku beritahu Yesung oppa dulu.
To: Yesung oppa
Oppa, sepertinya besok aku tidak masuk kerja lagi. Mungkin lusa aku baru masuk.
Aku langsung mengirim pesan singkat itu. Tak lama kemudian aku mendapat balasan.
From: Yesung Oppa
Ne.. Gwaenchana..
Pesan singkat yang membuatku agak kecewa. Kenapa dia tidak tanya kenapa?? Huft.. Aku yakin Yesung oppa tidak menyukaiku. Tapi entah mengapa Minjoo eonnie pernah bilang Yesung oppa menyukaiku. Entahlah.. Aku tak yakin. Tapi hatiku berkata aku harus mempertahankan perasaanku. “Yeonjin, cepat tidur. Kita akan pergi besok.” Teriak appa dari luar kamarku. “Huft.. Ne.” Kataku singkat. Aku teringat kata oppa. Aku dijodohkan dengan putra dari keluarga Kim?? Yang mana ya?? Pengusaha bermarga Kim di Korea kan banyak. Aish.. Nanti aku juga tau.. Aku segera mengunci pintu kamarku dan langsung masuk kedalam selimutku.
~Skip Time~ ~Morning~
“Saengie.. Ireona..” Seseorang berbisik pelan ditelingaku dan mengguncang tubuhku pelan. “Eung.. Aish.." Aku mengerang pelan dan menarik selimutku menutupi seluruh tubuhku. Aku benar-benar masih mengantuk. “Saengie.. Ayo.. Nanti appa marah..” Kata orang itu lagi. Aku pun menatapnya sebentar. Ternyata oppa.. “Aish.. Berisik.. Aku masih ngantuk.. Keluar dari kamarku.” Kataku dan menutup telingaku memakai bantal. Aku tau oppa pasti masuk kesini memakai kunci cadangannya. “Choi Yeonjin. Ireona.” Suara berat seorang namja langsung membuatku bangun dan tak berani mengeluh. Appa.. “Ne ne ne.. Mau kemana sih??” Tanyaku. “Menemui keluarga Kim.” Kata appa. “Aish.. Aku tidak mau dijodohkan appa..” Kataku sambil merapikan rambutku. “Turuti apa yang appa katakana. Pokoknya sekarang kamu siap-siap. Appa dan oppamu akan menunggu dibawah dan pakai gaun dan sepatu yang ada dikotak semalam.” Kata appa dan keluar dari kamarku. Haiz.. Bikin susah saja.. Aku beranjak dari kasurku dan mengambil pakaianku. Kupandangi sebentar gaun itu. Cantik sekali. Dengan warna kesukaanku. Hey, tunggu dulu. Dikotak itu ada kartu ucapan. ‘From: Kim’ ?? Nugu?? Pasti putra keluarga Kim. Tapi.. Kenapa dia tau warna kesukaanku?? Dan wangi gaun ini.. Sangat familiar. Tapi siapa?? Aish.. Daripada aku pusing mending aku cepat siap-siap.
~After Bath~
Setelah selesai mandi, aku memandang pantulan diriku dikaca yang lumayan besar tergantung di dinding kamarku. Neomu yeoppo.. Pas sekali. Gaun diatas lutut ini seakan-akan membawaku ke masa lalu. Aku segera menata rambutku yang sedikit ikal agar rapi. Setelah itu, aku langsung keluar dari kamar dan tidak lupa membawa high heels yang juga ada dikotak itu. Perlahan aku menuruni tangga menuju ruang tamu.
~Ruang Tamu~
Appa dan oppa sudah menunggu. Aku duduk disebelah oppa dan mengganti sandal rumahku dengan High Heels dikotak itu. “Aigoo.. Nae saengie neomu yeoppo..” Kata oppa dan mencubit pipiku. “Aish.. Appo..” Kataku dan mengelus pipiku. “Sudah selesai? Ayo berangkat.” Kata Appa. Aku hanya mengangguk.
~Skip Time~ ~Sapphire Blue Hotel~ ~In Resto~
Aku, appa dan oppa sedang menunggu keluarga Kim datang. Huft.. Membosankan. Aku pun memainkan ponselku. “Annyeong Tuan Choi.” Sapa seseorang aku pun menoleh. “Annyeong Tuan Kim.” Sapa appa. “Annyeong Kim Ahjusshi.” Sapaku dan oppa bersamaan. “Annyeong.” Sapa Kim Ahjusshi. “Jadi, mana putramu??” Tanya appa. “Sebentar lagi dia datang.” Kata Kim Ahjusshi. “Annyeong. Mian membuat kalian menunggu.” Tiba-tiba seorang namja datang dengan setelan jas yang rapi dan duduk disebelah Kim Ahjusshi. Mwo?? Kim.. Kibum.. “Gwaenchana.. Lihatlah. Sepertinya kalian cocok. Baru datang saja Yeonjin sudah melihatmu begitu.” Kata appa. Kibum sedikit tersenyum. “Silahkan perkenalkan diri kalian masing-masing.” Kata Kim Ahjusshi. “Naneun Kim Kibum Imnida.” Katanya dan mengulurkan tangannya. “Naneun Choi Yeonjin imnida.” Kataku dan menyambut uluran tangannya. “Kalian boleh saling mengenal lebih dekat dulu. Appa dan Kim Ahjusshi ada pekerjaan.” Kata appa. “Ne ahjusshi. Ayo Yeonjin.” Katanya dan menarikku. Aku menoleh kearah oppa meminta pertolongan. Oppa menggeleng dan mengepalkan tangannya dan berkata dengan pelan “Hwaiting” Aku hanya mengangguk. Aish.. Dia ini mau menarikku kemana sih?? “Aish.. Kamu ini apa-apaan sih?? Lepaskan tanganku!!” Seruku. “Aku tak akan melepasmu lagi.. Nae Yeonjin.” Katanya dan memelukku. “Aish.. Lepaskan!! Maumu apa sih??” Tanyaku dan sedikit menjauh darinya. “Aku ingin kamu dan aku menikah.” Katanya. “MWO?! Micheosoyo?? Setelah kamu meninggalkanku bertahun-tahun dan tiba-tiba muncul dihadapanku dan menyuruhku menikah denganmu?? Jinjja micheosoyo.” Kataku dan memandang kearah lain. “Sekarang aku menyuruhmu menikah denganku kan tidak masalah. Kita belum putus.” Katanya. “Apa maksudmu??” Tanyaku dan menatapnya heran. “Aku belum bilang kita putus waktu aku pergi.” Katanya. Aish.. Namja menyebalkan. “Aku tak akan menikah denganmu. Seenaknya saja kamu ini. Meninggalkanku tanpa kabar. Itu membuatku sangat sakit hati. Dan sekarang, kamu mau menikah denganku. Aku tidak akan mau pokoknya.” Kataku. “Jeongmal saranghae.. Waktu itu aku dipindahkan appaku ke California untuk mengurus perusahaannya dengan tiba-tiba dan tidak sempat memberitahumu. Dan perjodohan ini semua rencanaku..” Katanya. “Berhenti mengganggu hidupku KIM KIBUM!! Aku tidak bisa mencintai lagi namja yang seenaknya sepertimu!!” Kataku dan langsung pergi dari hadapannya. Dia menahan tanganku dan langsung kutepis tangannya. Aku segera menelepon supir dan langsung menyuruhnya datang ke hotel ini untuk menjemputku. Dan sekalian mengirim pesan kepada oppa.
To: Oppa
Oppa, aku pulang duluan. Aku menuju Handel. Jangan beritahu appa dan bilang saja aku sedang ada dirumah Soohyun.
Aku pun segera mengirimnya. Tak lama kemudian oppa membalas pesanku.
From: Oppa
Ne.. Tetap berjaga-jaga..
Aku juga tau harus berhati-hati. Aku pun menuju parkiran. Tak lama kemudian supir yang kusuruh datang dan aku masuk ke mobil. “Ke Handel & Gretel.” Kataku. “Tapi..” “Tidak ada tapi-tapian. Ayo cepat.” Kataku. Supir pun mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya. “Tolong jangan bilang pada appa kalau aku ke Handel. Bilang saja aku ke rumah Soohyun.” Kataku. Supir pun mengangguk.
TBC..
Apa yang akan terjadi selanjutnya??
tergantung reader.. :P
RCL Please..
Comment kalian sangat aku butuhkan.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)




